Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 November 2025 | 18.02 WIB

Paul Munster Puji Ernando Ari! Kiper Persebaya Surabaya Bikin Lini Serang Bhayangkara Frustrasi

Ernando Ari dapat pujian dari Paul Munster saat Persebaya Surabaya ditahan Bhayangkara FC. (Persebaya Surabaya) - Image

Ernando Ari dapat pujian dari Paul Munster saat Persebaya Surabaya ditahan Bhayangkara FC. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com - Paul Munster tak ragu memberikan pujian tinggi untuk Ernando Ari yang tampil luar biasa di bawah mistar Persebaya Surabaya. Ia menilai performa sang kiper menjadi alasan utama mengapa sederet peluang Bhayangkara Presisi Lampung FC tak berujung gol meski mereka menekan tanpa henti di pekan ke-14 Super League 2025/2026.

Pelatih asal Irlandia Utara itu mengakui Ernando tampil gemilang sejak menit awal dan membuat serangan Bhayangkara mentah berkali-kali di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Jumat (28/11/2025).

“Ernando banyak ciptakan penyelamatan yang bagus,” kata Munster yang terlihat frustrasi namun tetap menghormati kualitas lawan.

Menurutnya, rentetan peluang Bhayangkara sudah cukup untuk memastikan kemenangan seandainya tidak berhadapan dengan kiper yang tampil penuh percaya diri tersebut.

Ia menyebut, “Kami menciptakan peluang 18 shoot pada pertandingan dengan 7-8 on target.” Menurutnya, performs ini seharusnya mampu memberi mereka lebih dari satu gol.

Intensitas serangan Bhayangkara sebenarnya sudah dibangun sejak babak pertama dengan aliran bola cepat dari kedua sisi. Namun, setiap tembakan mengarah ke gawang selalu jatuh ke tangan Ernando yang tampil tenang dan sigap pada momen yang menentukan. Munster mengaku pertandingan berjalan berat karena lini depannya berkali-kali digagalkan oleh aksi heroik sang penjaga gawang.

Ia mengungkapkan rasa frustrasinya secara jujur, “Kami sudah berusaha untuk menang pada laga ini, tapi ada kendala di tim ini terutama penyelesaian akhir.”

Kesialan Bhayangkara memuncak ketika mereka justru kebobolan lewat sebuah situasi yang tidak mereka inginkan. Dalam kemelut di depan gawang sendiri, bola hasil sapuan salah arah mengarah ke Aqil Savik dan masuk ke gawang Bhayangkara.

“Kami berusaha untuk menang, sampai kami akhirnya mencetak gol bunuh diri untuk Persebaya dengan proses Putu Gede salah menendang sehingga terkena Aqil dan bola masuk ke gawang sendiri,” ujar Munster menjelaskan momen yang membuat stadion sempat terdiam.

Gol itu menjadi pukulan berat karena terjadi saat Bhayangkara sedang menguasai permainan. Para pemain terlihat terpukul, tetapi Munster terus memberi instruksi agar mereka tetap menekan tanpa kehilangan fokus.

Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil pada masa tambahan waktu ketika Dendi Sulistyawan sukses menyamakan skor.

Munster lega melihat mental pemainnya tetap terjaga hingga akhir, “Kami berusaha terus sampai Dendi mencetak gol penyeimbang.”

Ia menegaskan permainan agresif tak berhenti setelah gol penyama tercipta dan Bhayangkara bahkan mencoba membalikkan keadaan.

“Kemudian kami terus mencoba agar skor berubah menjadi 2-1 tapi kurang beruntung bagi tim ini karena skor bertahan 1-1 sampai peluit akhir,” ujarnya.

Meski demikian, Munster tidak menutupi rasa kecewanya karena hasil yang didapat tidak sebanding dengan usaha tim. Ia menekankan persoalan penyelesaian akhir akan menjadi fokus pembenahan agar dominasi permainan tidak kembali terbuang sia-sia.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore