Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 November 2025 | 15.17 WIB

Persebaya Surabaya Butuh Striker Baru, Zijlstra dan Sananta Jadi Opsi Utama

Mihailo Perovic masih dinantikan ketajamannya bersama Persebaya Surabaya jelang hadapi Arema FC, Sabtu (22/11). (Persebaya Surabaya) - Image

Mihailo Perovic masih dinantikan ketajamannya bersama Persebaya Surabaya jelang hadapi Arema FC, Sabtu (22/11). (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com—Mihailo Perovic dan Diego Mauricio melempem sehingga lini depan Persebaya Surabaya kembali disorot jelang berakhirnya putaran pertama Super League 2025/2026. Situasi ini membuat kebutuhan striker baru makin mendesak agar Green Force tak terus kehilangan arah dalam persaingan.

Dua striker asing yang didatangkan sebagai solusi justru tak memberi dampak berarti setelah setengah musim berjalan. Perovic yang acap kali menjadi starter hanya mampu mencetak dua gol dari sepuluh pertandingan dengan total 764 menit bermain.

Kontribusi minim itu membuat Persebaya Surabaya sulit mendapatkan penyelesaian akhir yang konsisten di setiap laga krusial. Permainan Perovic belum menunjukkan tanda-tanda bisa menjadi predator yang diandalkan lini serang.

Diego Mauricio tampil lebih mengecewakan karena hanya diberi kesempatan 20 menit oleh Eduardo Perez. Namanya bahkan jarang dilirik untuk turun dari bench meski datang dengan reputasi sembilan gol dan enam assist musim sebelumnya di Liga India.

Minimnya menit bermain membuat Mauricio seperti tak pernah benar-benar diberi ruang untuk beradaptasi. Ketika dua striker asing ini tak mampu menjawab kebutuhan tim, Persebaya Surabaya harus mulai melirik opsi baru yang lebih efektif dan realistis.

Jika tak segera bergerak, bukan tidak mungkin Persebaya Surabaya makin kesulitan menghadapi putaran kedua yang persaingannya lebih ketat. Green Force masih punya peluang memperbaiki posisi, tetapi hanya jika produktivitas gol kembali hidup.

Di tengah tumpulnya lini depan Persebaya Surabaya, dua bomber Timnas Indonesia justru sedang berada dalam kondisi pelik di klub masing-masing.

Situasi ini membuka peluang besar bagi Persebaya Surabaya untuk memanfaatkan momentum dan membawa pulang striker yang sedang butuh panggung baru.

Nama pertama adalah Mauro Zijlstra, striker FC Volendam yang baru saja menjalani debut bersama Timnas Indonesia. Dia mengungkapkan secara langsung situasinya di Belanda.

“Saya belum banyak bermain di FC Volendam, jadi saya dan agen saya sedang mencari solusi saat jeda musim dingin. Saya sudah bilang ke Volendam kalau saya ingin main di turnamen ini,” ujar Mauro Zijlstra.

Pernyataan itu menunjukkan keinginan untuk mencari klub yang memberi kesempatan tampil reguler. Mauro kini sudah terlihat mengikuti sesi latihan bersama Timnas Indonesia U-22 untuk persiapan SEA Games 2025.

Ambisinya kuat karena dia ingin menggunakan turnamen tersebut sebagai panggung untuk menarik minat klub-klub Eropa maupun Super League. Situasi ini bisa dimanfaatkan Persebaya Surabaya untuk membawa pulang striker muda yang sedang lapar jam terbang.

Jika Persebaya Surabaya bergerak cepat, Mauro bisa menjadi investasi jangka menengah yang berpotensi tumbuh menjadi mesin gol baru. Dia punya kecepatan, determinasi, dan kebutuhan bermain yang bisa selaras dengan gaya permainan Green Force.

Nama kedua adalah Ramadhan Sananta yang kini memperkuat DPMM FC di Liga Super Malaysia. Performanya sempat menjanjikan berkat satu gol dan satu assist di liga serta kontribusi serupa di Piala FA.

Namun DPMM FC terlihat tidak puas sehingga mendatangkan dua striker asing baru dengan jaminan gol lebih kuat. Matias Sen dan Camilo Zapata hadir dengan catatan produktivitas tinggi, membuat posisi Sananta terancam tergusur.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore