
TUGAS BERAT: I Putu Gede siap bekerja keras untuk mengangkat perdorma Arema FC. (Instagram Arema FC)
JawaPos.com – Asisten Pelatih Arema FC, I Putu Gede Swi Santoso, mengatakan akan obyektif dalam menentukan susunan starting XI musim depan, termasuk pemain asing.
Pelatih berdarah Bali itu menekankan soal persaingan kompetitif antarpemain sehingga akan benar-benar memilih pemain dalam kondisi siap bermain di lapangan. Kebijakan itu juga berlaku bagi pemain asing.
Jika pemain asing menunjukkan performa yang kurang maksimal, dia tidak segan untuk memarkir pemain asing di bench pemain.
“Semua kan dilihat dari prestasi di latihan. Tidak mungkin karena pemain asing terus tidak enak dan terus dimainkan, bunuh diri nanti,” tegasnya.
Putu Gede memastikan semua pemain asing yang dikontrak Arema FC musim ini tidak ada klausul khusus harus dimainkan di setiap laga yang dilakoni tim berjuluk Singo Edan itu.
Eks juru taktik PSS Sleman dan PSMS Medan itu memastikan penentuan susunan 11 pertama tim berdasarkan performa yang ditunjukkan pemain selama latihan.
View this post on Instagram
Berkaca dari kegagalan Arema FC musim lalu, di mana ada pemain asing yang tidak dalam performa bagus bersama tim, Putu Gede menyebut perekrutan pemain asing musim ini jauh lebih hati-hati dan berdasarkan pada track record pemain yang bagus.
“Mudah-mudahan tidak terjadi di tahun ini karena tumpuan kita di tahun kemarin pemain asing. Ada beberapa yang memang punya kontribusi ke tim, ini yang mesti ditekankan,” ujar pelatih berusia 49 tahun itu. “Kami datangkan mereka yang punya track record bagus,” imbuhnya.
Seiring dengan regulasi pemain asing musim depan, dia mengatakan bahwa sementara waktu Arema FC akan memaksimalkan lima pemain asing yang sudah deal dan akan segera tiba di Malang.
Sedangkan untuk satu pemain asing kuota ASEAN, tim pelatih Arema FC menunggu perkembangan dari manajemen tim.
“Kami maksimalkan lima dulu. Tapi, kalau yang ASEAN itu mesti harus dikontrak atau bagaimana kita belum tahu,” pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
