Leo Lelis optimistis bisa terus berkontribusi positif untuk Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Pemain belakang Persebaya Surabaya, Leo Lelis, menilai laga melawan Persija Jakarta berlangsung dengan intensitas tinggi dan memperlihatkan kualitas dua tim besar di kompetisi Super League 2025/2026. Ia mengakui pertandingan tersebut berjalan ketat sejak menit awal, namun hasil akhir belum berpihak pada timnya.
Menurut Lelis, Persebaya Surabaya sudah berjuang maksimal untuk mengimbangi permainan cepat Persija yang tampil disiplin dan efektif.
Ia menilai hasil 1-3 bukan cerminan dari kurangnya usaha, melainkan karena detail kecil yang belum bisa diantisipasi oleh para pemain Green Force.
“Kami kurang beruntung hari ini karena tidak bisa membawa tiga poin pulang,” ujar Leo Lelis.
Ia menegaskan seluruh pemain tetap fokus menjalankan strategi pelatih meski tekanan dari lawan cukup besar.
Gol tunggal Persebaya Surabaya yang dicetak Lelis menjadi satu-satunya penghibur bagi ribuan suporter yang memadati tribun GBT.
Lewat sundulan kerasnya, pemain asal Brasil itu sempat memperkecil ketertinggalan dan membangkitkan asa tim untuk mengejar.
Sayangnya, momentum positif itu tak berlangsung lama. Persija kembali mencetak gol tambahan yang membuat permainan Persebaya Surabaya sulit dikendalikan hingga peluit akhir berbunyi.
Lelis menegaskan, seluruh pemain tetap menghormati penilaian suporter meski kecewa dengan hasil akhir. Namun, ia memilih fokus pada performa di lapangan dan menjaga semangat tim agar segera bangkit di laga berikutnya.
“Saya tidak mendengar apa pun dari tribune karena fokus pada permainan. Kami berusaha bermain sesuai gaya kami dan mencari ruang yang tersedia di lapangan,” ucapnya.
Performa Lelis di laga itu sebenarnya menjadi sorotan positif di tengah kekalahan tim.
Berdasarkan penilaian pasca-pertandingan, ia menjadi pemain dengan rating tertinggi di skuad Persebaya Surabaya dengan angka 8.4, tertinggi dibanding rekan-rekannya.
Ketenangan Lelis dalam mengawal lini belakang serta kontribusinya mencetak gol membuat namanya diapresiasi banyak pihak. Meski begitu, ia menganggap penampilan apiknya tak ada artinya tanpa hasil maksimal untuk tim.
Sementara itu, pelatih Persebaya Surabaya Eduardo Perez menilai kekalahan timnya disebabkan oleh momen krusial yang tidak bisa diantisipasi dengan baik.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
