Timnas Indonesia siap melawan kemustahilan di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Instagram @timnasindonesia)
JawaPos.com — Timnas Indonesia kembali bersiap menghadapi kemustahilan di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Dua laga berat kontra Arab Saudi (9 Oktober) dan Irak (12 Oktober) akan menjadi penentu nasib skuad Garuda di panggung internasional.
Meski peluang lolos langsung sangat kecil, semangat para pemain tidak pernah padam. Setiap tetes keringat di lapangan akan menjadi bukti mimpi Piala Dunia bukan sekadar angan belaka.
Persiapan tim sudah dimulai sejak awal Oktober dengan kedatangan kloter pertama pemain ke Arab Saudi. Patrick Kluivert bersama staf kepelatihan lebih dulu tiba untuk memimpin latihan di Jeddah.
Para pemain lain, baik dari klub Asia Tenggara maupun Eropa, dijadwalkan bergabung paling lambat 7 Oktober.
Waktu persiapan yang sempit bukan hal baru, karena skuad Garuda kerap hanya punya dua atau tiga hari lengkap sebelum laga resmi.
Namun kali ini, kerangka tim sudah bisa dibentuk lebih awal. Kluivert pun diprediksi telah mengantongi bayangan komposisi terbaik dari pemain liga domestik.
Statistik di atas kertas memang tidak berpihak pada Indonesia. Situs Football Meets Data mencatat peluang menang Indonesia hanya 11 persen kontra Arab Saudi dan 15 persen melawan Irak.
Angka itu kontras dengan dominasi Arab Saudi yang punya peluang 70 persen serta Irak 65 persen. Namun sepak bola selalu menyimpan kejutan yang bisa lahir dari perjuangan tanpa henti.
Head-to-head juga menunjukkan tantangan besar. Dari tujuh pertemuan sejak 2004, Indonesia hanya menang sekali, kalah empat kali, dan sisanya berakhir imbang.
Meski begitu, performa Indonesia dalam lima laga terakhir cukup impresif. Empat kemenangan dan satu hasil imbang menjadi modal berharga untuk menatap duel super berat di tanah Arab.
Kluivert diyakini bakal menyesuaikan strategi. Skema tiga bek tengah plus dua bek sayap mungkin kembali dipilih demi menjaga kedalaman lini pertahanan.
Formasi itu sempat membawa dua kemenangan penting atas Tiongkok dan Bahrain. Kekalahan hanya datang saat menghadapi Jepang dan Australia yang levelnya jauh di atas Indonesia.
Namun dalam dua laga terakhir FIFA Matchday September, Kluivert mencoba pola empat bek sejajar. Hasilnya, Indonesia pesta gol 6-0 atas Taiwan, lalu imbang tanpa gol menghadapi Lebanon.
Partai kontra Lebanon bisa jadi gambaran paling relevan. Sama-sama menghadapi tim Timur Tengah, hasil imbang menunjukkan Garuda mampu mengimbangi permainan fisik dan disiplin lawan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
