Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Oktober 2025 | 18.43 WIB

Persija Jakarta Tanpa Kemenangan Selama September, Bayang-bayang Kegagalan Musim Lalu Kembali Menghantui

Persija Jakarta sedang terpuruk jelang laga hadapi Persebaya Surabaya. (Media Persija)

 

JawaPos.com – Persija Jakarta menjalani ujian berat selama September lalu. Tampil meyakinkan selama Agustus, Macan Kemayoran secara mengejutkan keteteran dalam tiga pekan terakhir.

Nasib Persija agak mengenaskan karena dalam tiga pertandingan tersebut, Rizky Ridho dkk tidak menang sama sekali. Mereka bermain imbang sekali dan kalah dua kali.

Saat menjamu Bali United pada 14 September lalu, Persija hanya bermain imbang 1-1. Kemudian pada pekan berikutnya, Macan Kemayoran malah kalah dari tuan rumah PSM Makassar dengan skor 2-0.

Kalah dari PSM tanpa bisa mencetak gol tentu sangat menyakitkan bagi skuad asuhan Mauricio Souza, apalagi menargetkan juara Super League. Tekad untuk kembali ke jalur kemenangan saat bertandang ke Borneo FC tentu menjadi harga mati.

Sayangnya, pekan terakhir September justru menjadi mimpi buruk bagi Persija. Bukannya menang, mereka malah menderita kekalahan telak 3-1 dari Borneo FC sekaligus jarak kedua tim di klasemen semakin jauh.

Borneo FC duduk nyaman di puncak klasemen sementara Super League dengan raihan poin 18, sedangkan Persija terlempar ke peringkat empat dengan 11 poin. Beruntung tim asal ibukota Indonesia itu masih bertengger di empat besar.

Merosotnya Persija ke posisi empat bisa memunculkan kembali bayang-bayang kegagalan musim lalu yang mengakhiri kompetisi Liga 1 di papan tengah. Jika terus inkonsisten, mereka bisa tergeser oleh Persebaya Surabaya maupun Persib Bandung.

Menanggapi hasil buruk di pengujung September, pelatih Mauricio Souza tidak terlalu menyalahkan para pemainnya, karena performa timnya sebenarnya tak layak kalah dari Borneo.

"Secara permainan, kami sebenarnya punya lebih banyak shoot on goal dan lebih dominan dalam penguasaan bola daripada tim lawan. Namun, saya menilai para pemain harus bekerja lebih keras lagi di lapangan agar tidak kebobolan," ujarnya seperti dikutip dari laman resmi klub.

Ia juga mengakui skuad asuhannya seringkali kecolongan gol lewat serangan balik. Hal itulah yang ingin ia perbaiki di laga-laga berikutnya.

"Saya sudah mengingatkan mereka bahwa serangan balik lawan sangat cepat. Faktanya, kami kebobolan tiga gol dari situasi transisi. Gol terakhir bahkan mirip dengan gol PSM ke gawang kami," imbuhnya.

Laga terdekat dari Macan Kemayoran adalah bertandang ke markas Persebaya pada 18 Oktober mendatang. Super League akan jeda sejenak sekitar dua pekan pada awal Oktober karena terdapat agenda Timnas Indonesia yang menjalani Kualifikasi putaran keempat Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore