
Kiper Timnas Indonesia U-23 Cahya Supriadi. (Dok. Timnas Indonesia)
JawaPos.com-Timnas Indonesia U-23 harus gagal meraih poin penuh di laga perdana Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 melawan Timnas Laos U-23. Laga berakhir dengan skor imbang tanpa gol tersebut dimainkan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Rabu (3/9).
Di babak pertama, Timnas Indonesia U-23 langsung tampil menyerang yang membuat Laos U-23 harus bermain bertahan. Rayhan Hannan sempat membuat Gelora Delta Sidoarjo bergemuruh karena berhasil mencetak gol. Sayang, golnya dianulir karena Jens Raven sudah terjebak offside.
Pada babak kedua, Timnas Indonesia U-23 masih membuat lini belakang Laos U-23 kerepotan. Pemain-pemain yang bertipe menyerang dimainkan Gerald Vanenburg seperti Hokky Caraka hingga Rahmat Arjuna belum mampu menjebol gawang Kop Lokphathip.
Di laga perdana kali ini, ada tiga fakta menarik yang diciptakan Timnas Indonesia U-23 saat lawan Laos U-23. Apa saja fakta-fakta tersebut? Baca terus artikel ini.
1. Cahya Supriadi kembali jadi pilihan utama dan ciptakan clean sheet
Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg kembali memainkan Cahya Supriadi di laga melawan Laos U-23. Performa apiknya bersama PSIM Jogjakarta membuat yakin sang pelatih.
Melansir Transfermarkt, kiper berusia 22 tahun tersebut sudah menciptakan clean sheet keduanya bersama Timnas Indonesia U-23. Sebelumnya, Cahya membuat clean sheet pertamanya di laga melawan Timnas Malaysia U-23 di Piala AFF U-23, Juli lalu.
2. Rafael Struick debut di tim asuhan Gerald Vanenburg
Penyerang Dewa United ini menjadi salah satu alumni Timnas Indonesia U-23 era Shin Tae-yong yang dipanggil Gerald Vanenburg. Pada laga melawan Laos U-23, Rafael Struick bermain sejak menit awal sekaligus menandai debutnya bersama tim asuhan Gerald Vanenburg.
Pemain 22 tahun tersebut dimainkan sebagai penyerang sayap kiri. Selama bermain 90 menit, Rafael Struick kerap menjadi ancaman lini belakang Laos U-23.
3. Gerald Vanenburg belum pernah menang lawan pelatih asal Korea Selatan
Hasil imbang yang diraih Timnas Indonesia U-23 memperpanjang rekor tak pernah menang Gerald Vanenburg menghadapi pelatih asal Korea Selatan. Pada laga ini, pelatih Laos U-23, Ha Hyeok-jun merupakan juru taktik asal Korea Selatan.
Sebelumnya, pelatih asal Belanda tersebut kalah dari pelatih Vietnam Kim Sang-sik pada final Piala AFF U-23.
Itu tadi tiga fakta menarik dari Timnas Indonesia U-23 setelah hanya meraih satu poin dari Laos U-23. Kemenangan tentu harus didapatkan pada laga melawan Makau U-23, Sabtu (6/9) demi asa lolos langsung ke putaran final Piala Asia U-23 2026.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
