Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 September 2025 | 14.07 WIB

3 Fakta Menarik Timnas Indonesia U-23 Ditahan Imbang Laos U-23

Kiper Timnas Indonesia U-23 Cahya Supriadi. (Dok. Timnas Indonesia) - Image

Kiper Timnas Indonesia U-23 Cahya Supriadi. (Dok. Timnas Indonesia)

JawaPos.com-Timnas Indonesia U-23 harus gagal meraih poin penuh di laga perdana Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 melawan Timnas Laos U-23. Laga berakhir dengan skor imbang tanpa gol tersebut dimainkan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Rabu (3/9).

Di babak pertama, Timnas Indonesia U-23 langsung tampil menyerang yang membuat Laos U-23 harus bermain bertahan. Rayhan Hannan sempat membuat Gelora Delta Sidoarjo bergemuruh karena berhasil mencetak gol. Sayang, golnya dianulir karena Jens Raven sudah terjebak offside.

Pada babak kedua, Timnas Indonesia U-23 masih membuat lini belakang Laos U-23 kerepotan. Pemain-pemain yang bertipe menyerang dimainkan Gerald Vanenburg seperti Hokky Caraka hingga Rahmat Arjuna belum mampu menjebol gawang Kop Lokphathip.

Di laga perdana kali ini, ada tiga fakta menarik yang diciptakan Timnas Indonesia U-23 saat lawan Laos U-23. Apa saja fakta-fakta tersebut? Baca terus artikel ini.

1. Cahya Supriadi kembali jadi pilihan utama dan ciptakan clean sheet

Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg kembali memainkan Cahya Supriadi di laga melawan Laos U-23. Performa apiknya bersama PSIM Jogjakarta membuat yakin sang pelatih.

Melansir Transfermarkt, kiper berusia 22 tahun tersebut sudah menciptakan clean sheet keduanya bersama Timnas Indonesia U-23. Sebelumnya, Cahya membuat clean sheet pertamanya di laga melawan Timnas Malaysia U-23 di Piala AFF U-23, Juli lalu.

2. Rafael Struick debut di tim asuhan Gerald Vanenburg

Penyerang Dewa United ini menjadi salah satu alumni Timnas Indonesia U-23 era Shin Tae-yong yang dipanggil Gerald Vanenburg. Pada laga melawan Laos U-23, Rafael Struick bermain sejak menit awal sekaligus menandai debutnya bersama tim asuhan Gerald Vanenburg.

Pemain 22 tahun tersebut dimainkan sebagai penyerang sayap kiri. Selama bermain 90 menit, Rafael Struick kerap menjadi ancaman lini belakang Laos U-23.

3. Gerald Vanenburg belum pernah menang lawan pelatih asal Korea Selatan

Hasil imbang yang diraih Timnas Indonesia U-23 memperpanjang rekor tak pernah menang Gerald Vanenburg menghadapi pelatih asal Korea Selatan. Pada laga ini, pelatih Laos U-23, Ha Hyeok-jun merupakan juru taktik asal Korea Selatan.

Sebelumnya, pelatih asal Belanda tersebut kalah dari pelatih Vietnam Kim Sang-sik pada final Piala AFF U-23.

Itu tadi tiga fakta menarik dari Timnas Indonesia U-23 setelah hanya meraih satu poin dari Laos U-23. Kemenangan tentu harus didapatkan pada laga melawan Makau U-23, Sabtu (6/9) demi asa lolos langsung ke putaran final Piala Asia U-23 2026.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore