
Bonek saat mendukung Persebaya Surabaya di Gelora Bung Tomo. (Media Persebaya)
JawaPos.com—Panitia Pelaksana (Panpel) Persebaya Surabaya bersiap menghadapi laga perdana Super League 2025/2026 melawan PSIM Jogjakarta di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (8/8). Salah satu fokus utama adalah pencegahan masuknya flare ke dalam stadion dengan menyiapkan 30 unit metal detector di seluruh pintu masuk.
Langkah ini diambil sebagai antisipasi buntut dari insiden flare besar-besaran di laga terakhir musim lalu saat menjamu Bali United. Kala itu, Persebaya Surabaya dijatuhi denda Rp 250 juta oleh federasi karena dinilai gagal mengendalikan suporter yang menyalakan flare di tribun.
“Flare yang terjadi di laga terakhir melawan Bali United (musim 2024/2025 lalu) dan di launching tim itu sungguh masif itu juga sangat menjadi pukulan bagi kamilah (Persebaya) karena waktu laga lawan Bali itu kami harus dapat denda 250 juta dari pihak federasi,” kata perwakilan manajemen Persebaya Surabaya Alex Tualeka, dikutip dari kanal Youtube SPECIALS ID35, Rabu (6/8).
Menurut dia, kepercayaan publik terhadap keamanan pertandingan Persebaya Surabaya menurun akibat insiden flare tersebut. Hal itu berdampak langsung pada penjualan tiket laga perdana yang baru laku sekitar 4.000 lembar.
“Banyak yang trauma karena flare itu membuat penonton panik dan sebagian besar pulang sebelum laga usai. GBT yang kami kampanyekan sebagai stadion ramah anak, perempuan, dan keluarga jadi tidak nyaman akibat flare,” tambah Alex.
Panpel pun mengakui pengalaman buruk saat launching tim kontra PSS Sleman membuat penonton ragu membeli tiket untuk laga pembuka musim ini. Terlebih, kemacetan parkir dan kekacauan lalu lintas penonton menambah panjang daftar evaluasi.
Demi mencegah flare masuk ke stadion, pengamanan kali ini dipastikan lebih ketat dan sistematis. Sebanyak 30 metal detector akan dipasang di seluruh akses masuk utama Stadion GBT.
“Salah satunya adalah kami akan memaksimalkan vendor yang selama ini kami percayakan sebagai pihak body check, steward, dan lain-lain untuk kami evaluasi semuanya,” ungkap Alex.
“Kami kemudian sudah menyediakan metal detektor. Jadi memang flare itu kemarin karena penonton sejumlah puluhan ribuan itu harus masuk dalam waktu tempo jam antriannya panjang secara sehingga psikologis steward enggak mampu untuk memeriksa secara detail,” terang dia.
“Mereka masukin di kotak makan, masukin di tumbler, dan lain-lainnya itu kalau menggunakan pemeriksaan secara manual enggak bisa. hanya pemeriksaan badan begini itu enggak mampu. Akhirnya kami sudah menyediakan 30 metal detector,” ujar Alex.
Panpel juga berjanji akan mengevaluasi kinerja vendor pengamanan, steward, dan petugas body check yang selama ini dilibatkan. Mereka mengakui masih banyak kelengahan dalam proses penyekatan dan sterilisasi area tribun.
“Saat lawan Sleman, banyak penonton yang seharusnya di tribun selatan bisa menonton dari timur karena penyekatan gagal. Petugas malah ikut nonton, sehingga lalu lintas penonton tidak terkendali,” tandas Alex.
Untuk laga melawan PSIM Jogjakarta, sistem penjagaan antar tribun akan diperketat. Penonton dari tribun utara, selatan, atau barat tidak bisa sembarangan berpindah ke tribun timur.
Persebaya Surabaya sebelumnya juga sudah gencar mengampanyekan bahaya flare di dalam stadion lewat media sosial dan berbagai kanal resmi klub. Mereka mengingatkan tragedi besar bisa terjadi akibat hal yang dianggap sepele seperti asap flare.
“Super League 2025/ 2026 akan dimulai pekan depan. Belum terlambat bagi kita semua untuk memusuhi flare. Kami menegaskan bahwa membawa flare ke dalam stadion adalah perbuatan membahayakan. Peraturan kepolisian pun secara jelas menyatakan demikian,” tulis manajemen Persebaya Surabaya.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
