Skuad Persebaya Surabaya diperkenalkan kepada suporter untuk kompetisi Super League musim 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Sabtu (19/6) malam. (Riana Setiawan/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya telah mendatangkan tujuh pemain baru untuk mengarungi kompetisi Indonesia Super League musim ini. Salah satu rekrutan baru tersebut adalah kiper Rendy Oscario.
Langkah ini tentu tidak biasa, karena sejauh ini Persebaya cukup jarang merekrut kiper baru. Bahkan dalam kurun sekitar tiga tahun terakhir, Green Force percaya diri memakai jasa Ernando Ari dan Andhika Ramadhani, yang merupakan pemain binaan asli Persebaya dan bertahan hingga musim ini.
Kini, dengan masuknya Rendy Oscario, maka persaingan tempat di sektor penjaga gawang Persebaya pasti akan ketat. Dari segi usia, ketiganya sedang dalam usia emas.
Ernando berusia lebih muda yaitu 23 tahun, sedangkan Rendy dan Cak Dhik, sapaan akrab Andhika, sama-sama berusia 26 tahun.
Lantas bagaimana peta kekuatan tiga kiper Persebaya ini? Merujuk statistik musim lalu, dari segi menit bermain, Ernando Ari lebih unggul. Mengutip dari Sofascore, ia mencatatkan 2.160 menit bermain dalam 24 pertandingan.
Lalu Andhika Ramadhani mencatatkan 1.046 menit bermain dari 13 laga yang ia mainkan. Sedangkan Rendy Oscario selama musim lalu tidak bermain sama sekali alias nol menit bermain. Ia hanya duduk di bangku cadangan dalam 20 laga bersama Persita Tangerang.
Kemudian Ernando Ari mencatatkan clean sheet terbanyak musim lalu jika dibandingkan dua rekannya ini. Kiper cadangan Timnas Indonesia ini mencatatkan tujuh clean sheet, dengan nilai rata-rata performa sebesar 7,05.
Sedangkan Cak Dhik, sapaan akrab Andhika, mencatatkan tiga clean sheet dengan nilai performa rata-rata 6,85. Khusus untuk Rendy, ia tidak memiliki rekor apapun semusim lalu karena tidak merumput sama sekali.
Dengan catatan statistik tersebut, Nando tampaknya masih akan menjadi kiper utama Persebaya pada Indonesia Super League 2025/2026 karena ia memiliki jam terbang lebih banyak dan lebih berpengalaman dalam menjalani laga-laga besar.
Kiper bertinggi badan 179 cm ini juga merupakan penggawa Timnas Indonesia, sedangkan Cak Dhik dan Rendy belum pernah berlaga untuk Skuad Garuda.
Namun, perlu diingat bahwa Nando harus tampil lebih baik dan tangguh daripada musim lalu, karena dalam sejumlah pertandingan, ia sempat beberapa kali bikin kesalahan yang berujung gol.
Misalnya saat Persija kontra Persebaya di Stadion GBK, tindakannya yang keluar jauh dari sarangnya malah berujung gol bagi tim tuan rumah. Dan beberapa kekurangan sigapan dia juga menjadi catatan, seperti saat menjamu PSIS dan bertandang ke Persik Kediri.
Selain itu, ia juga sebisa mungkin jangan sampai cedera. Musim lalu, ia beberapa kali absen karena cedera sehingga posisinya sering tergeser dan membuat performa sempat angin-anginan.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
