
Pemain andalan Persib Bandung, Febri Hariyadi. (Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com- Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, memberikan apresiasi tinggi terhadap performa Febri Hariyadi yang tampil luar biasa di posisi yang tak biasa. Dalam dua laga awal Grup B Piala Presiden 2025, pemain yang akrab disapa Bow itu dipercaya mengisi posisi bek kanan, posisi yang sejatinya bukan peran utamanya di lapangan.
Biasanya, sektor bek kanan diisi oleh Henhen Herdiana, Kakang Rudianto, atau Robi Darwis. Namun, absennya ketiga pemain tersebut membuat Hodak harus memutar otak.
Kakang dan Robi tengah menjalani pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia U23, sedangkan Henhen harus menepi karena sakit. Alhasil, Bow diplot menjadi pelapis darurat di lini belakang.
"Kakang dan Robi tidak bisa bergabung karena bersama tim nasional. Sementara Henhen sedang sakit, jadi kami tidak punya banyak opsi di posisi itu. Karena itulah kami memasang Febri," jelas Hodak.
Meski bukan berposisi asli sebagai bek kanan, Hodak menilai Febri tampil solid dan adaptif. Ia bahkan menyebut pemain berusia 28 tahun itu sebagai opsi tambahan yang menjanjikan di lini pertahanan Persib.
"Dia adalah pemain menyerang yang bagus dan berpengalaman. Sekarang kami tahu bahwa dia bisa menjadi solusi tambahan (opsi menjadi bek kanan)," ungkap pelatih asal Kroasia tersebut.
Penampilan Febri sebagai bek kanan ditampilkan dalam dua pertandingan awal Persib di Piala Presiden 2025. Pada laga perdana, Persib harus mengakui keunggulan Port FC asal Thailand dengan skor 0-2. Sementara di laga kedua, Persib bermain imbang 1-1 melawan Dewa United di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Dalam laga tersebut, Persib sempat unggul lebih dulu melalui gol William Marcilio pada menit ke-65. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata buyar setelah Dewa United mendapat hadiah penalti yang dieksekusi Egi Maulana Vikri di masa injury time.
Hasil imbang tersebut membuat Persib mengumpulkan satu poin dari dua laga. Situasi ini tentu bukan hasil ideal, namun Hodak menilai timnya terus menunjukkan progres, terutama dalam konteks adaptasi pemain dan fleksibilitas taktik.
Kejelian Hodak dalam membaca kebutuhan tim dan memaksimalkan potensi pemain seperti Febri Hariyadi menjadi bukti bahwa Persib tak hanya fokus pada hasil, tetapi juga proses pembentukan tim yang lebih solid dan dinamis.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
