
Muhammad Ferarri. (dok. Antara)
JawaPos.com-Pengalaman pahit menjadi runner up di Piala AFF U-23 Thailand dua tahun lalu masih membekas di ingatan Muhammad Ferarri. Kini, bek andalan Timnas Indonesia U-23 itu bertekad menebus kekecewaan tersebut dengan meraih gelar juara di hadapan pendukung sendiri.
Ferarri, yang pernah merasakan manisnya gelar juara bersama Indonesia di Kamboja 2018, kembali mendapat kesempatan emas ketika Indonesia menjadi tuan rumah Piala AFF U-23 2025. Turnamen bergengsi tingkat Asia Tenggara ini akan digelar di Jakarta dan Bekasi pada 15-29 Juli.
Status sebagai tuan rumah memberikan motivasi ekstra bagi pemain kelahiran 2001 itu. Setelah mengalami kekecewaan di Thailand dengan hanya meraih posisi kedua, Ferarri kini ingin memastikan trofi bergulir ke tangan Indonesia.
"Saya sendiri sangat nggak sabar, karena insya Allah memberikan yang terbaik buat Indonesia, karena tahun lalu kita juara dua (runner up) di Thailand. Semoga tahun ini bisa dapat piala di rumah," kata Ferarri dengan penuh semangat.
Indonesia di Grup A bersama Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam. Komposisi grup yang relatif seimbang ini memberikan peluang bagus bagi tim Garuda Muda untuk melaju ke fase selanjutnya.
Kali ini, Ferarri dan rekan-rekannya akan bermain di bawah asuhan Gerald Vanenburg, pelatih asal Belanda yang dikenal dengan filosofi sepak bola modern. Berbeda dengan pengalaman sebelumnya bersama Shin Tae-yong yang lebih menekankan disiplin dan kerja keras ala Asia, Vanenburg membawa pendekatan Eropa yang lebih fokus pada penguasaan bola.
Pria Belanda ini menunjukkan kepercayaan diri tinggi terhadap komposisi pemain. Vanenburg yakin tim asuhannya mampu menjadi yang terbaik di tingkat ASEAN dengan kualitas yang dimiliki skuad saat ini.
Ferarri mengungkapkan perbedaan mencolok dalam pendekatan pelatihan yang diterapkan Vanenburg. Jika sebelumnya lebih menekankan aspek fisik dan mental, kini fokusnya beralih ke aspek teknis dan taktis.
"Fokusnya simpel sih, apa yang dia mau, seperti build up, keep the ball selama mungkin, komunikasi. Itu sih yang ditekankan dari awal TC, dua hari pertama," ujar Ferarri menjelaskan instruksi pelatih barunya.
Vanenburg meminta seluruh pemain untuk fokus total, baik dalam sesi latihan maupun saat menjalankan instruksi di dalam dan luar lapangan. Pendekatan holistik ini diharapkan bisa mengoptimalkan performa tim secara keseluruhan.
Perjalanan Indonesia di Piala AFF U-23 2025 akan dimulai melawan Brunei pada 15 Juli. Meski tampak sebagai lawan terlemah di grup, Ferarri dan kawan-kawan tidak boleh meremehkan tim manapun dalam turnamen ini.
Setelah itu, tantangan yang lebih berat menanti ketika berhadapan dengan Filipina pada 18 Juli. Laga penutup fase grup akan mempertemukan Indonesia dengan Malaysia pada 21 Juli, yang kemungkinan besar akan menjadi pertandingan penentuan juara grup.
Dengan pengalaman runner up yang masih membekas dan semangat bermain di kandang sendiri, Ferarri optimistis bisa membawa Indonesia meraih gelar juara yang telah lama dinanti. Era baru bersama Gerald Vanenburg diharapkan menjadi kunci sukses untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
