Rachmat Irianto berseragam Persib. (IG: @rachmatirianto)
JawaPos.com - Musim 2024/2025 menjadi periode penting dalam perjalanan karier Rachmat Irianto, pemain serba bisa yang telah menjelma menjadi salah satu sosok vital di lini belakang Persib Bandung.
Pemain berusia 25 tahun ini tampil konsisten sebagai gelandang bertahan sekaligus bek tengah, memegang peran kunci dalam sistem pertahanan yang kukuh dan terorganisir.
Dengan total 12 penampilan di Liga 1 Indonesia musim ini, Irianto turut mengantar Persib meraih empat clean sheet. Dalam statistik defensifnya, tim hanya kebobolan lima gol saat ia berada di lapangan, yang berarti rata-rata hanya satu gol setiap 131 menit. Hal ini menunjukkan efektivitas dan kontribusinya dalam menjaga area pertahanan tetap aman dari tekanan lawan.
Namun, penampilan Irianto di level Asia melalui kompetisi AFC Champions League Two sedikit berbeda. Ia mencatatkan empat penampilan dengan total 167 menit bermain, namun Persib kebobolan enam gol selama ia berada di lapangan.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ia mampu tampil dominan di kompetisi domestik, masih ada ruang untuk perbaikan saat menghadapi intensitas permainan di level kontinental.
Kendati demikian, fleksibilitasnya dalam bermain di dua posisi utama membuatnya sangat berharga dalam sistem permainan pelatih. Ia mampu menjalankan peran sebagai gelandang bertahan yang agresif, maupun bek tengah yang solid, tergantung pada kebutuhan taktik.
Dalam analisis scouting, Rachmat Irianto menunjukkan kekuatan utama dalam hal disiplin taktik dan positioning. Ia mampu menjaga area tengah dengan sangat baik, melakukan intersepsi penting, serta tampil agresif namun cerdas dalam duel-duel satu lawan satu.
Meski tingginya hanya 175 cm, ia cukup efektif dalam duel udara berkat timing dan kemampuan membaca arah bola. Kekuatan lainnya terletak pada distribusi bola, ia bukan hanya pemutus serangan, tetapi juga bisa menjadi awal dari fase build-up tim, berkat kemampuannya dalam mendistribusikan bola secara akurat ke lini tengah dan depan.
Namun, untuk semakin berkembang sebagai pemain top Asia, Irianto masih perlu meningkatkan kontribusinya dalam fase menyerang. Hingga pertengahan musim 2024/2025, ia belum mencatatkan gol maupun assist. Menambahkan dimensi ofensif, seperti umpan progresif atau partisipasi dalam skema bola mati, bisa meningkatkan daya saingnya.
Selain itu, penampilan di kompetisi internasional juga masih menjadi pekerjaan rumah, adaptasi terhadap tempo dan kualitas lawan di luar negeri harus ditingkatkan jika ia ingin membuka peluang bermain di luar Indonesia.
Menariknya, kontraknya bersama Persib Bandung telah berakhir pada Maret 2025. Beberapa rumor mulai muncul mengenai potensi kembalinya Irianto ke klub masa kecilnya, Persebaya Surabaya.
Namun, belum ada pernyataan resmi dari sang pemain. Dengan pengalaman bermain di level nasional dan regional, serta usia yang masih berada di masa keemasan, masa depan Rachmat Irianto terbuka lebar, baik sebagai tulang punggung Timnas Garuda maupun sebagai pemain Indonesia pertama yang bisa menjajal liga-liga kuat Asia, jika peluang itu datang.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
