Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Juni 2025 | 16.34 WIB

Evaluasi Timnas Indonesia: Analisis Lengkap Performa Garuda Jelang Laga Penentuan Kontra Tiongkok dan Jepang

Timnas Indonesia (Dok. Timnas Indonesia) - Image

Timnas Indonesia (Dok. Timnas Indonesia)

JawaPos.com-Timnas Indonesia bersiap menghadapi dua laga hidup-mati di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Setelah mencatat hasil kurang maksimal dalam beberapa pertandingan terakhir, publik menyoroti performa skuad Garuda, terutama dari aspek menyerang, bertahan, build-up play, hingga eksekusi bola mati.

Menyerang Tanpa Daya Gedor

Dalam laga kontra Tiongkok, Timnas Indonesia tampak kesulitan menciptakan peluang matang. Ketidakhadiran Thom Haye di lini tengah sangat memengaruhi kreativitas serangan. Duet Ivar Jenner dan Nathan Tjoe-A-On lebih banyak bermain aman dengan umpan ke belakang yang minim progresi.

“Tanpa playmaker murni, aliran bola dari lini tengah ke lini depan terlalu kaku,” kata analis taktik dari AFC dalam laporan terbarunya.

Ketika menghadapi Jepang, skuad Garuda hanya menciptakan dua tembakan tepat sasaran dari tujuh total percobaan. Kurangnya koordinasi antar lini membuat peluang sering kandas sebelum mencapai kotak penalti lawan.

Pertahanan Rawan Serangan Balik

Masalah lain muncul dari lini belakang. Dalam skema tiga bek yang digunakan Shin Tae-yong, celah sering terbuka terutama di sisi kanan ketika Asnawi Mangkualam terlalu sering naik menyerang. Jepang memanfaatkan hal ini dengan sempurna, mencetak empat gol tanpa balas dalam pertemuan terakhir.

“Transisi bertahan Indonesia sangat lambat. Ketika kehilangan bola, mereka kesulitan mengorganisasi ulang lini belakang,” ujar pelatih lokal yang juga mantan pemain Timnas Firman Utina.

Build-Up Tak Terorganisir

Proses build-up dari belakang juga menjadi sorotan. Kiper Maarten Paes dan bek tengah kurang cermat dalam mendistribusikan bola. Akibatnya, Indonesia kerap kehilangan bola di area berbahaya. Selain itu, tidak adanya pivot yang efektif memperlambat fase transisi dari bertahan ke menyerang.

Di sisi lain, lawan seperti Tiongkok kerap menekan lini pertama Indonesia dan sukses memutus distribusi bola sejak awal.

Set Piece Tanpa Ancaman

Indonesia juga minim ancaman dari bola mati. Tidak ada gol yang tercipta dari situasi corner atau free kick selama putaran ketiga. Di sisi bertahan, mereka rentan kehilangan fokus saat menghadapi skema set piece cepat dari lawan.

Rekomendasi Jelang Duel Penentu

Indonesia akan menghadapi Tiongkok pada 5 Juni dan Jepang pada 10 Juni. Dua laga ini sangat krusial dalam menentukan nasib Garuda di jalur kualifikasi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore