Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Juni 2025 | 02.28 WIB

Kevin Ray Mendoza Resmi Pamit dari Persib Bandung, Pergi dengan Dua Trofi dan Warisan Tak Terlupakan

Kevin Mendoza saat mengangkat trofi juara bersama Persib. (@kevinraymendoza) - Image

Kevin Mendoza saat mengangkat trofi juara bersama Persib. (@kevinraymendoza)

JawaPos.com- Perjalanan Kevin Ray Mendoza bersama Persib Bandung mungkin tak berlangsung lama. Namun dalam waktu yang singkat, kiprah kiper berdarah Denmark-Filipina ini meninggalkan jejak yang mendalam dan tak terlupakan.

Hanya satu setengah musim mengenakan seragam biru kebanggaan, Mendoza telah menjadi bagian penting dalam sejarah emas Maung Bandung, termasuk keberhasilan meraih dua gelar Liga 1 secara beruntun musim 2023/2024 dan 2024/2025.

Kedatangannya pada paruh musim 2023/2024 sejatinya merupakan respons atas krisis penjaga gawang yang dialami Persib. Rekomendasi dari pelatih Bojan Hodak saat itu menjadikan Mendoza sebagai solusi darurat. Tapi alih-alih hanya menjadi pelengkap, ia justru menjelma sebagai figur sentral di bawah mistar gawang.

Debutnya langsung impresif, tampil dalam 14 laga, termasuk empat pertandingan krusial di Championship Series. Tak kurang dari 49 penyelamatan penting ia bukukan, menjadi tembok terakhir yang kokoh dalam perjuangan Persib mengangkat trofi.

Musim berikutnya, meski harus berbagi menit bermain dengan Teja Paku Alam, Mendoza tetap menunjukkan konsistensi. Ia tampil dalam 27 laga Liga 1 2024/2025 dan mencatatkan 63 penyelamatan gemilang. Kiprahnya kembali berkontribusi besar membawa Persib mempertahankan gelar juara.

"Kevin Mendoza from Filipina," nyanyian khas Bobotoh itu pernah menggema dari tribun, menjadi bukti kecintaan suporter terhadap sang kiper. Kini, Mendoza pamit. Namun warisannya tetap abadi dengan dua gelar juara dan sederet momen heroik yang tak akan lekang oleh waktu.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi sang penjaga gawang.

"Dua trofi juara adalah bukti nyata atas dedikasi dan kontribusinya untuk Persib. Hatur nuhun, Kevin," ujar Adhitia.

Namun di balik perpisahan ini, terselip tanya di kalangan Bobotoh. Mengapa kiper sebaik Mendoza harus dilepas? Adhitia akhirnya memberikan penjelasan. Menurutnya, keputusan tersebut bukan murni berasal dari manajemen, melainkan hasil evaluasi bersama tim pelatih.

"Ini merupakan keputusan taktis dan strategis yang sudah dibicarakan bersama. Bukan karena performanya menurun, tapi lebih kepada rencana teknis menyongsong musim depan," jelas Adhitia.

Keputusan ini tentu mengejutkan banyak pihak. Mengingat Mendoza tampil solid sepanjang musim, bahkan kerap mencatatkan clean sheet di laga-laga penting. Namun dunia sepak bola memang tak lepas dari dinamika. Strategi dan kebutuhan tim terus berkembang, dan terkadang itu berarti melepas sosok sekaliber Mendoza.

Kini, Persib memasuki babak baru. Teja Paku Alam menjadi satu-satunya kiper berpengalaman yang tersisa, ditemani oleh dua nama muda Sheva Sanggasi dan Fitrah Maulana. Tantangan mencari pengganti sepadan pun telah menanti.

Meski demikian, warisan Kevin Mendoza akan selalu hidup dalam ingatan publik Bandung. Ia datang saat Persib terpuruk, memberikan ketenangan, mempersembahkan penyelamatan krusial, dan pergi membawa rasa hormat dari seluruh keluarga besar Persib.

 
Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore