
Pemain Persib Bandung, Mateo Kocijan (Dok. Mateo Kocijan)
JawaPos.com - Persib Bandung ditinggal hengkang pemain asingnya. Terbaru, pemain asal Kroasia, Mateo Kocijan angkat kaki dari Pangeran Biru.
Sebelumnya, Ciro Alves, Nick Kuipers, Victor Igbonefo dan Kevin Ray Mendoza sudah berpamitan terlebih dahulu. Menanggapi hal tersebut, pihak manajemen membeberkan sejumlah alasan mengapa Persib berani melepas mereka meski telah berperan membawa juara Liga 1 musim ini.
"Jadi pemain-pemain yang tidak lanjut dengan Persib musim depan itu antara lain karena memang pihak klub tidak memperpanjang kontraknya karena alasan rencana masa depan tim, atau bisa juga tidak menemukan kesepakatan dalam hal kontrak," ungkap Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan dalam akun YouTube Bola Bung Binder.
Selain itu, Adhitia menambahkan Persib Bandung juga sudah punya rencana untuk menghadapi kompetisi musim depan, salah satunya adalah menerapkan regenerasi pemain. Untuk musim depan, Maung Bandung akan mengedepankan penggunaan pemain-pemain mudanya yang dianggap layak bermain di level tertinggi Liga 1.
"Jadi bukan regenerasi buta ya, tetapi memadukan antara pemain-pemain muda dengan pemain-pemain senior yang berpengalaman," imbuhnya.
Selain itu, perencanaan tim musim depan juga menjadi hak prerogatif coach Bojan Hodak, antara lain dalam hal pembelian pemain baru.
"Yang kedua adalah kebijakan pembelian pemain adalah hak prerogatif Bojan Hodak. Jadi dalam enam bulan terakhir kita sudah komunikasi intens dengan Hodak, untuk rencana musim depan, pinginnya seperti apa. Lalu diantaranya Hodak bilang butuh tipe pemain bernomor sembilan. Dia memberi list-nya, dan tim scouting kita juga memberi list. Akhirnya dipadukan dan diseleksi lagi, dan hasil penyaringan itu kita coba komunikasikan dengan pihak agen si pemain," tutur Adhitia lagi.
Dalam hal transfer pemain, Persib juga tidak gegabah. Mereka menerapkan sistem reasonable spending.
"Kebijakan transfer kami adalah reasonable spending. Jadi kita nggak cari pemain yang murah, tetapi juga bukan yang overprice juga," lanjutnya.
Ia membantah jika pihak manajemen lambat dalam hal transfer pemain, apalagi setelah juara, Maung Bandung seakan begitu cepat kehilangan pemain. Padahal pihaknya sudah bergerak dalam diam.
"Kita sebenarnya sudah bergerak (berburu pemain) sejak Januari. Kita sudah komunikasi dengan pemain incaran, tapi hanya pada pemain yang boleh diajak berkomunikasi," ungkapnya lagi.
Baca Juga: Mees Hilgers dan Shayne Pattynama Disinggung Eks Striker Timnas Indonesia, Ternyata ini Penyebabnya!
Namun karena pihak manajemen tak ingin gegabah, maka dalam hal menetapkan harga beli, pihaknya sampai melihat secara mendalam apakah kualitas dari pemain incaran setara dengan harganya.
"Selain itu, kita juga berkomunikasi dengan agen si pemain, sambil kami cari tahu value yang pantas bagi dia. Misalnya harga pemain A Rp 1 miliar, tapi kita minta waktu untuk compare dengan pemain yang kualitasnya sama bagusnya tapi harganya lebih murah, jadi kita bisa tahu, harga pemain A ini bisa lah di angka Rp 500 juta," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
