Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Mei 2025 | 13.02 WIB

Elkan Baggott Pilih Fokus di Klub, Singgung Pentingnya Kesehatan Mental

Elkan Baggott. (Istimewa) - Image

Elkan Baggott. (Istimewa)

JawaPos.com–Sejumlah penggemar sepak bola nasional berharap salah satu talenta naturalisasi terbaik Indonesia, Elkan Baggott, bisa bergabung bersama Timnas Garuda pasca pergantian pelatih kepala.

Namun tampaknya harapan tersebut tidak terjadi dalam waktu dekat. Sebab, Elkan Baggott memilih untuk lebih fokus pada klubnya dulu meski saat ini liga-liga di Eropa segera usai.

"Kami hargai dan hormati Elkan yang memang fokus di klub, walaupun mungkin lagi libur," ujar anggota Exco PSSI Arya Sinulingga seperti dikutip dari Antara.

Mungkin banyak Garuda Fans yang heran mengapa Baggott memilih fokus ke klubnya dulu meski kompetisi sedang libur. Namun, dari wawancara pada akun YouTube Sherbert Lemon, terungkap beberapa alasan mengapa dia mengambil langkah tersebut.

Salah satu cara yang dia tempuh untuk fokus pada klubnya antara lain termasuk pemain yang datang lebih awal sebagai bentuk kedisiplinan.

“Saya selalu datang lebih awal, kemudian melakukan peregangan untuk menghindari cedera, dan segala aktivitas pra latihan sebelum melakukan latihan tim. Jadi saya harus terpacu untuk disiplin agar terus dalam kondisi terbaik,” ungkap dia dalam podcast tersebut.

Meski begitu, dia pun juga mengakui sesekali tidak disiplin. Tetapi dia pastikan itu hanyalah selingan sesaat.

“Tapi sesekali saya juga agak kurang disiplin, misalnya dalam hal diet (mengatur pola makan), terkadang saat melihat makanan yang lezat, saya ingin membelinya. Yang pasti itu tidak sering kok, jadi itu semacam selingan saja,” imbuh Elkan Baggot.

Pemain yang musim lalu merumput di klub Blackpool itu juga meyakini bahwa bakat, termasuk bakat sepak bola yang dia miliki, tidak akan berguna jika tidak dibarengi latihan dan etos kerja yang kuat.

“Bakat sepak bola itu tidak akan bertahan selamanya kalau tidak dibarengi dengan latihan keras. Yang saya lihat berdasarkan pengalaman, ada banyak pemain berbakat tapi tidak sampai naik kelas menjadi pemain professional, karena etos kerja dan dorongan mereka untuk menjadi pemain yang konsisten sangat kurang, akhirnya ya berhenti di level terendah,” tutur Elkan Baggot.

Satu hal lagi yang dilakukan Baggott agar bisa lebih fokus adalah menjaga kesehatan mental. Sebab hal itu sangat penting.

“Bagi pemain sepak bola, kesehatan mental sangat penting. Karena sepak bola merupakan lingkungan yang keras, berlatih setiap hari, lalu bertanding setidaknya seminggu dua kali di hadapan banyak penonton, tentu itu bisa menyebabkan stres,” terang Elkan Baggot.

Menurut dia, dukungan dari keluarga bisa menjadi obat mujarab agar mentalitas seorang pemain tetap sehat, termasuk dia sendiri. Selain itu, agar mental health tetap terjaga, dia juga menekankan pesepak bola sebaiknya menjauhi media sosial.

“Ini juga dari pengalaman saya. Dulu saya pernah agak kecanduan Twitter, jadi setelah bertanding, saya lihat komentar-komentar di Twitter. Lama-lama saya sadar, komentar-komentar netizen kebanyakan toxic. Akhirnya saya memutuskan berhenti menggunakan Twitter. Jadi saya sarankan menjauhlah dari sosial media atau bijaklah dalam menggunakan jika anda olahragawan,” ujar pria yang masih terdaftar sebagai pemain Ipswich itu.

Berangkat dari pengalaman menggunakan Twitter, dia memang punya Instagram, namun sangat membatasi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore