Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Mei 2025 | 19.38 WIB

PT LIB Berharap Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Segera Perkuat Klub-klub Liga 1

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus, dalam konferensi pers, Kamis, (15/5/2025). (Dok. LIB)

JawaPos.com - PT Liga Indonesia Baru (LIB) menyampaikan harapan besar terhadap para pemain naturalisasi yang kini memperkuat Timnas Indonesia agar suatu saat bisa berkarier di BRI Liga 1. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama LIB, Ferry Paulus, dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (15/5/2025) sore WIB.

Menurut Ferry, kehadiran pemain-pemain naturalisasi yang selama ini bermain di liga-liga top Eropa seperti Eredivisie (Belanda) bisa memberikan dampak positif terhadap kompetisi domestik. Ia menilai, keikutsertaan mereka akan meningkatkan eksposur, kualitas, dan atmosfer pertandingan di Liga 1.

“Saya sudah mendengar kabar bahwa ada beberapa pemain naturalisasi yang tertarik bermain di sini. Jika benar terjadi, saya yakin kompetisi kita akan semakin semarak,” ujar Ferry Paulus kepada awak media.

Beberapa nama pemain naturalisasi yang tengah menjadi perbincangan adalah Shayne Pattynama, Jordi Amat, dan Thom Haye. Ketiganya adalah pilar penting dalam skuad Garuda, yang masing-masing memiliki pengalaman bermain di Eropa dan Asia Tenggara.

  • Shayne Pattynama dirumorkan akan bergabung dengan Bhayangkara FC, klub yang baru saja promosi dari Liga 2 ke Liga 1 musim 2025/2026.
  • Jordi Amat, yang baru saja menyelesaikan kontraknya bersama Johor Darul Ta’zim (Malaysia), dikabarkan diincar oleh Bali United dan Persib Bandung.
  • Thom Haye, gelandang tengah yang memperkuat Almere City, berpotensi besar pindah ke Indonesia setelah klubnya terdegradasi ke divisi dua Liga Belanda musim ini.

“Pemain-pemain ini punya label kualitas Eropa. Kalau mereka main di sini, level tampilannya pasti lebih bagus. Saya berdoa ini benar-benar terjadi,” lanjut Ferry Paulus.

Pemain naturalisasi sejatinya adalah hasil dari strategi jangka panjang PSSI dan pelatih Shin Tae-yong untuk memperkuat Timnas dengan pemain keturunan Indonesia yang berkembang di luar negeri. Mereka memiliki disiplin, teknik, dan mentalitas yang terbentuk dari sistem sepak bola Eropa.

Kehadiran mereka di Liga 1 diharapkan dapat meningkatkan level persaingan antar pemain lokal dan asing, menarik perhatian sponsor dan penonton, mendorong profesionalisme di level klub dan menarik minat media asing dan scouting internasional.

Namun demikian, niat baik ini tidak lepas dari tantangan:

  • Standar fasilitas dan gaji klub Liga 1 yang belum sebanding dengan klub-klub Eropa atau Asia Tenggara seperti JDT, Bangkok United, atau klub Korea Selatan.
  • Kestabilan kompetisi, termasuk jadwal, kualitas wasit, dan keamanan stadion, masih menjadi PR besar.
  • Peran PSSI dan klub harus aktif dalam membangun sistem yang mendukung adaptasi pemain-pemain keturunan di tanah air.

Keinginan PT LIB agar pemain-pemain naturalisasi Timnas Indonesia merumput di Liga 1 merupakan langkah yang bisa berdampak positif bagi sepak bola nasional. Namun, untuk mewujudkan hal tersebut, ekosistem sepak bola Indonesia harus lebih siap dan mendukung dari sisi finansial, infrastruktur, dan profesionalisme.

Kehadiran mereka bukan hanya membawa sorotan media dan publik, tapi juga bisa menjadi katalisator peningkatan kualitas kompetisi domestik. Tinggal bagaimana klub dan federasi bisa memberikan jaminan karier yang layak bagi mereka.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore