Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Mei 2025 | 19.05 WIB

MO Madura United Diduga Dipukul Oknum Polisi Militer Usai Laga, Netizen Geram: Katanya Melindungi?

Ofisial Madura United dan Borneo FC bersitegang di lapangan usai pertandingan, Sabtu (10/5). (Dok. Radar bangkalan)

 

JawaPos.com - Sebuah insiden mengejutkan terjadi usai pertandingan antara Madura United melawan Borneo FC dalam lanjutan Liga 1 2024/2025 yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (10/5/2025). Media Officer (MO) Madura United, Ferdiansyah Alifurrahman, diduga menjadi korban pemukulan oleh oknum Polisi Militer (PM) yang bertugas dalam pengamanan laga tersebut.

Kronologi Kejadian

Pertandingan berlangsung sengit dan berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan tim tamu, Borneo FC. Madura United sempat menyamakan kedudukan lewat gol dari Youssef Ezzejjari dan Taufik Hidayat, namun harus tunduk oleh gol-gol Mariano Peralta, Ronaldo Rodrigues, dan Stefano Lilypaly.

Laga juga diwarnai tensi tinggi, termasuk kartu merah untuk pemain Madura, Alfharezzi Buffon, yang diusir wasit usai menerima kartu kuning kedua pada menit ke-80.

Setelah peluit akhir berbunyi, terjadi kericuhan kecil di sisi lapangan. Dalam suasana tegang itu, Ferdiansyah berusaha menengahi, namun justru mendapat pukulan di bagian belakang kepala dari salah satu oknum Polisi Militer yang terekam dalam sebuah video dan telah beredar di media sosial.

Mediasi Belum Menemukan Titik Terang

Pasca-insiden, perwakilan Madura United melakukan mediasi dengan pihak keamanan. Namun, hingga kini belum ada kejelasan hasil dari pertemuan tersebut. Ferdiansyah belum memberikan keterangan resmi kepada publik, dan klub juga belum mengumumkan langkah hukum yang akan diambil.

Kritik Netizen Meluas di Media Sosial

Peristiwa ini menyulut kemarahan publik, khususnya di kalangan suporter dan netizen. Banyak dari mereka menyampaikan kecaman di kolom komentar akun Instagram penggemar Madura United, seperti @lovemadura.

Beberapa komentar menyuarakan keresahan soal penyalahgunaan wewenang aparat yang seharusnya menjaga keamanan, bukan malah menjadi pemicu kekerasan:

"Itu digaji untuk mengamankan, bukan untuk mukul. Kalau sudah main fisik, siapapun itu wajib diproses." – @muh***

"Tugasnya cuma pengamanan, bukan sampai main tangan." – @zae***

"Dah tau media yang nyebarin info malah dipukul, lucu!" – @asa***

"Anak baru lulus SMA dikasih seragam, emosinya belum stabil, blacklist aja." – @spo***

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore