
Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak. (dok. Persib)
JawaPos.com — Persib Bandung harus menunda pesta juara Liga 1 Indonesia 2024/2025 usai menelan kekalahan mengejutkan dari tim promosi, Malut United FC.
Laga pekan ke-31 yang digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Jumat (2/5), berakhir dengan skor tipis 0-1 untuk kemenangan tuan rumah.
Satu-satunya gol diciptakan Wahyu Prasetyo lewat sundulan tajam di menit ke-65 memanfaatkan kelengahan lini belakang Persib. Gol itu menjadi pukulan telak bagi ambisi Maung Bandung yang hanya butuh satu kemenangan lagi untuk mengunci gelar.
Kekalahan tersebut membuat Persib tetap tertahan di puncak klasemen dengan 64 poin. Namun, mereka belum bisa mengklaim gelar juara karena masih dibayangi Persebaya Surabaya yang belum memainkan laga ke-31.
Persebaya Surabaya akan melawat ke kandang Persik Kediri pada Senin (5/5) mendatang di Stadion Brawijaya. Hasil dari laga tersebut akan menentukan nasib Persib di sisa musim.
Jika Persebaya Surabaya gagal meraih kemenangan, maka Persib otomatis menjadi juara karena selisih poin tak lagi terkejar. Artinya, Maung Bandung bisa berpesta tanpa harus menang di tiga laga tersisa.
Pelatih Persib, Bojan Hodak mengaku kecewa dengan hasil yang diraih anak asuhnya di Ternate. Meski begitu, ia menilai pertandingan berjalan cukup seimbang dan bisa dimenangkan oleh siapa saja.
Menurut Hodak, satu-satunya perbedaan dalam laga itu hanyalah efektivitas penyelesaian akhir. Malut United berhasil memanfaatkan satu peluang melalui bola mati, sementara Persib gagal mengonversi peluang menjadi gol.
“Saya rasa ini pertandingan 50-50. Kami punya peluang lebih baik, tapi tidak mencetak gol,” ujar Hodak dengan nada kecewa.
Ia menyoroti hilangnya konsentrasi pemain belakang Persib yang membuka ruang bagi Malut United mencetak gol. Satu momen kelengahan cukup untuk menghancurkan rencana besar Persib meraih gelar lebih awal.
Kendati demikian, Hodak tetap tenang dan optimistis peluang juara masih sangat besar. Fokusnya kini tertuju pada pertandingan Persebaya Surabaya kontra Persik yang akan menjadi penentu utama.
“Satu bola mati dan satu kelengahan, itu yang bikin kami kalah. Tapi semua masih terbuka, kami bisa juara tanpa harus menang lagi,” ujarnya.
Ia bahkan menyebutkan jika Persebaya Surabaya gagal mengalahkan Persik, maka dirinya siap merayakan gelar sambil santai ngopi di kafe. Gelar bisa diraih tanpa harus menunggu hingga laga pamungkas.
“Kami kalah hari ini. Tapi kalau Persebaya tidak menang, kami tetap jadi juara. Bisa rayakan di kafe sambil ngopi,” canda Hodak santai namun penuh keyakinan.
Bagi Hodak, tekanan besar sudah terlewati dan kini tinggal menunggu hasil dari rival satu-satunya. Ia menegaskan, fokus utama tim adalah menjaga kondisi dan mental para pemain tetap positif.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
