Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 April 2025 | 17.11 WIB

Adu Taktik Carlos Pena vs Paul Munster di Tengah Krisis Pemain Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya

Persebaya Surabaya bersiap bentrok lawan Persija Jakarta pada pekan ke-28 Liga 1 Indonesia 2024/25. (Istimewa) - Image

Persebaya Surabaya bersiap bentrok lawan Persija Jakarta pada pekan ke-28 Liga 1 Indonesia 2024/25. (Istimewa)

JawaPos.com–Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya bersiap bentrok pada pekan ke-28 Liga 1 Indonesia 2024/25. Laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (12/4) pukul 19.00 WIB, diprediksi sengit.

Persija kini bertengger di peringkat kelima dengan 43 poin. Mereka mengemas 12 kemenangan, tujuh imbang, dan delapan kekalahan. Sementara itu, Persebaya Surabaya duduk di posisi ketiga dengan 48 poin. Green Force mencatat 14 kemenangan, enam imbang, dan tujuh kekalahan.

Namun, krisis pemain kunci membayangi kedua tim. Sanksi larangan bermain membuat laga ini penuh tantangan. Persija kehilangan Gustavo Almeida, top skorer klub. Ia absen karena kartu merah dari laga kontra Arema FC. Bek muda Muhammad Ferarri juga tak bisa tampil. Kartu merah saat lawan Madura United jadi penyebab.

Kabar baiknya, Maciej Gajos kembali memperkuat Persija. Hukumannya dipangkas menjadi satu laga usai banding.

Di kubu Persebaya Surabaya, tiga pilar inti absen. Francisco Rivera, Arief Catur, dan Dejan Tumbas terhenti akibat akumulasi kartu. Rivera, pencetak tujuh gol, adalah kehilangan besar. Arief Catur juga krusial di sisi kanan pertahanan.

Kondisi ini memaksa Carlos Pena dan Paul Munster berpikir keras. Adu taktik mereka jadi sorotan utama. 

Pena, pelatih Persija, dikenal jeli membaca permainan. Dia kerap mengandalkan transisi cepat di lini tengah. Kembalinya Gajos bisa jadi kunci strategi Pena. Gelandang Polandia itu punya visi passing mumpuni. Namun, absennya Gustavo membuat Persija pincang di depan. Pena harus temukan pengganti sepadan.

Di sisi lain, Munster punya gaya agresif khas Persebaya Surabaya. Dia gemar memainkan bola-bola pendek cepat. Tanpa Rivera, Munster mungkin alihkan beban gol ke striker lain. Malik Risaldi bisa jadi opsi utama. Kehilangan Arief Catur melemahkan sisi kanan Persebaya Surabaya. Munster perlu benahi lini belakangnya.

Rivalitas Persija dan Persebaya Surabaya selalu panas. Duel klasik ini sarat gengsi dan emosi. Kedua tim sama-sama ngotot rebut poin penuh. Posisi di papan atas jadi taruhannya.

Pena mungkin akan memaksimalkan peran Riko Simanjuntak. Winger lincah itu bisa sulitkan bek Persebaya Surabaya. Sementara Munster kemungkinan andalkan pressing ketat. Tujuannya mengacaukan ritme permainan Persija.

Persija punya keuntungan bermain di SUGBK. Dukungan Jakmania bisa dongkrak semangat tim. Namun, Persebaya Surabaya tak pernah gentar di laga tandang. Mental baja Green Force sering bikin kejutan.

Pena harus pastikan lini tengah Persija solid. Gajos dan Hanif Abdurrauf jadi tumpuan utama. Di kubu Persebaya Surabaya, Munster perlu jaga keseimbangan tim. Tanpa tiga pemain, rotasi wajib dilakukan. Pertandingan ini bukan sekadar soal tiga poin. Gengsi dan supremasi antarklub juga dipertaruhkan.

Pena dikenal piawai atur strategi di laga besar. Pengalamannya di Liga Indonesia jadi modal kuat. Munster, meski relatif baru, tak kalah cerdas. Dia sukses bawa Persebaya Surabaya bersaing di papan atas.

Absennya pemain kunci membuat laga kian tak tertebak. Kreativitas pelatih akan menentukan hasil. 

Persija mungkin main lebih sabar di awal laga. Mereka bakal cari celah di pertahanan Persebaya Surabaya. Sebaliknya, Persebaya Surabaya bisa tampil menyerang sejak menit awal. Gaya Munster cenderung tak kenal kompromi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore