Pelatih persebaya Paul Christopher Munster pada lanjutan pertandingan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/3/2025). (Ryana Setiawan/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Kontrak Paul Munster bersama Persebaya Surabaya akan kadaluarsa pada akhir musim ini. Tapi, pelatih asal Irlandia Utara itu bisa jadi tidak akan bersama Green Force lagi di musim depan. Sebab, dari info yang didapat Jawa Pos, Munster sudah mendapat tawaran dari mantan klubnya, Bhayangkara FC, yang baru saja kembali ke kasta tertinggi.
Info yang diterima Jawa Pos, negosiasi itu sudah dilakukan sejak dua pekan lalu. Bahkan, dari sumber yang didapat Jawa Pos, sudah ada deal antara kedua belah pihak. Munster akan kembali menukangi Bhayangkara FC, klub yang pernah diarsitekinya pada edisi 2019-2022.
Jawa Pos langsung melakukan konfirmasi kepada Gabriel Budi, agen Paul Munster. Budi tidak menampik kalau belum ada tawaran kontrak baru dari manajemen Green Force.
"Masih fokus game by game," kata agen pemain asli Surabaya itu. Lantas, apakah ada tawaran dari klub lain untuk Munster? Sampai berita ini ditulis, Budi belum memberi jawaban.
Tapi, kabar balik kucingnya Munster ke Bhayangkara FC semakin kuat. Sebab, ketika ditanya soal kontraknya di Persebaya, Munster irit bicara. "Saya belum memikirkan hal itu. Saat ini saya masih fokus untuk memimpin Persebaya menghadapi Persija Jakarta di laga selanjutnya," terang pelatih 43 tahun tersebut.
Green Force hari ini dijadwalkan terbang ke Jakarta. Bruno Moreira dkk akan menghadapi Macan Kemayoran di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, besok malam (12/4). Meski kompetisi musim in tinggal menyisakan tujuh laga, Munster juga belum mau berbicara soal kontrak. "Saya juga belum melakukan komunikasi dengan manajemen," beber pelatih kelahiran 9 Februari 1982 itu.
Pihak manajemen juga tidak membantah kalau belum ada tawaran kontrak yang diberikan kepada Munster. "Karena kontrak untuk pelatih ini kan situasinya beda (dengan pemain). Apakah kami perpanjang atau tidak, akan kami lihat hasilnya sampai akhir musim," beber Direktur Opera-sional Candra Wahyudi.
Candra memang harus banyak melakukan kalkulasi. Keputusan pihak manajemen tidak bisa dibuat tanpa pertimbangan matang. Sebab, pihak manajemen tidak hanya memikirkan tim untuk musim depan saja.
"Tapi kami selalu berpikir bagaimana menyiapkan tim untuk tiga atau empat musim ke depan sekaligus," kata pria yang sebelumnya menjabat sebagai manajer tim itu.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
