
Bek Persebaya, Ardi Idrus. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com — Manajemen Persebaya Surabaya akhirnya angkat bicara soal masa depan bek kiri andalan, Ardi Idrus, di Liga 1 Indonesia musim depan. Nama Ardi Idrus menjadi perbincangan hangat di kalangan Bonek karena statusnya yang masih sebagai pemain pinjaman dari Bali United.
Direktur Operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi, menegaskan fokus utama manajemen saat ini adalah memastikan tim meraih hasil terbaik hingga akhir musim.
Evaluasi terus dilakukan terhadap semua pemain, termasuk Ardi Idrus, untuk menentukan siapa saja yang akan dipertahankan musim depan.
"Evaluasi tim, baik pemain maupun pelatih, terus berjalan, termasuk posisi pelatih yang akan diputuskan setelah melihat hasil akhir musim nanti," kata Direktur Operasional Persebaya Surabaya Candra Wahyudi, Rabu (26/3/2025).
Candra menegaskan Persebaya ingin mempertahankan fondasi tim dengan komposisi yang tidak banyak berubah. Ia berharap setidaknya 70 hingga 80 persen skuad musim ini tetap bertahan untuk menjaga stabilitas permainan.
Terkait posisi pelatih, keputusan baru akan diambil setelah kompetisi Liga 1 2024/2025 berakhir.
Manajemen ingin memastikan sosok yang akan menukangi tim musim depan benar-benar memiliki kapasitas membawa Persebaya Surabaya lebih berprestasi.
Persebaya Surabaya saat ini masih menyisakan tujuh pertandingan di kompetisi, sehingga segala kemungkinan masih bisa terjadi.
Oleh karena itu, manajemen memilih untuk tidak tergesa-gesa dalam menentukan masa depan tim, baik dari sisi pemain maupun pelatih.
"Saat ini masih ada tujuh pertandingan tersisa, dan semua kemungkinan masih bisa terjadi. Oleh karena itu, kami tidak mau tergesa-gesa menentukan pelatih," ujarnya.
Selain mempertahankan pemain kunci, Persebaya Surabaya juga sedang menyusun rencana besar untuk memperkuat setiap lini. Evaluasi menyeluruh dilakukan agar tim lebih siap menghadapi persaingan ketat di musim depan.
Lini depan menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus dari manajemen.
Musim ini, Persebaya Surabaya masih belum menunjukkan ketajaman maksimal dalam urusan mencetak gol, sehingga butuh perombakan yang lebih matang.
Namun, evaluasi tidak hanya fokus pada lini depan, tetapi juga lini tengah, lini belakang, hingga sektor penjaga gawang.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
