
Ernando Ari berjuang kembali jadi kiper utama Timnas Indonesia. (Istimewa)
JawaPos.com–Sejak kedatangan Maarten Paes, posisi Ernando Ari sebagai kiper utama Timnas Indonesia langsung tergeser. Pelatih Shin Tae-yong hingga Patrick Kluivert lebih mempercayakan gawang Garuda kepada Paes dibandingkan kiper andalan Persebaya Surabaya tersebut.
Kini, situasinya semakin sulit dengan kehadiran Emil Audero yang menambah ketatnya persaingan di bawah mistar. Paes maupun Emil adalah kiper berpengalaman yang telah mencicipi atmosfer kompetisi Eropa dan memiliki jam terbang tinggi.
Namun, Ernando tak mau menyerah begitu saja dan terus berupaya meningkatkan kualitasnya. Dia sadar persaingan sengit ini justru bisa menjadi batu loncatan untuk membuktikan dirinya layak kembali menjadi pilihan utama.
Pemain berusia 23 tahun itu sebelumnya menjadi sosok kunci di berbagai ajang penting Timnas Indonesia. Di Piala Asia, Piala AFF, hingga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ernando kerap tampil gemilang sebelum akhirnya harus merelakan posisinya kepada Paes.
Saat ini, Ernando sedang bergabung dengan skuad Timnas Indonesia untuk Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Setelah menelan kekalahan telak 1-5 dari Australia, Garuda akan menjamu Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 25 Maret 2025.
Pelatih Persebaya Surabaya Paul Munster, memberikan dukungan penuh kepada anak asuhnya tersebut. Dia berharap Ernando mendapatkan kesempatan bermain agar bisa meningkatkan mentalitas kompetitif.
“Ya kami (dengan Ernando Ari) selalu berdiskusi, kami berharap yang terbaik untuknya, ya dia sangat menikmati momen berlatih bersama Timnas, saya berharap dia bermain punya waktu bermain, jadi ini untuk menaikkan mentalitas kompetisinya,” ujar Munster.
Menurut Munster, momen ini bisa menjadi kesempatan bagi Ernando untuk naik ke level berikutnya. Dia menilai persaingan di Timnas justru bisa memacu anak asuhnya menjadi lebih baik ke depannya.
“Momen ini juga bisa membuatnya naik ke level berikutnya, bagi kami dua sudah melakukan yang terbaik, sekarang dia harus fokus untuk Timnas Nasional. Hanya fokus ke Tim Nasional, dan sampai bertemu kembali secepatnya,” lanjut Paul Munster.
Munster juga menegaskan Ernando selalu merasa nyaman baik saat bersama Timnas maupun Persebaya Surabaya. Ini menjadi sinyal sang kiper siap menghadapi tantangan besar dalam kariernya.
Bukan tanpa alasan Kluivert kembali memanggil Ernando ke Timnas Indonesia. Statistiknya bersama Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia 2024/2025 menjadi bukti nyata ia masih berada di level tertinggi. Dari 19 pertandingan yang telah dimainkan, Ernando mencatatkan 1.707 menit bermain. Akurasi umpannya mencapai 71 persen, menunjukkan kemampuannya dalam membangun serangan dari lini belakang.
Sepanjang musim ini, dia dilanggar sebanyak sembilan kali, membuktikan lawan sering kesulitan menghadapinya. Meskipun kebobolan 21 gol, ia tetap mampu mencatatkan enam clean sheet yang menjadi nilai tambah tersendiri. Performa tersebut menjadi salah satu alasan utama Kluivert kembali memberikan kesempatan kepada Ernando.
Meskipun posisinya kini berada di bawah bayang-bayang Paes dan Emil, harapan untuk kembali menjadi kiper utama tetap ada. Namun, untuk bisa kembali mendapatkan posisi utama, Ernando harus bekerja lebih keras lagi. Dia perlu membuktikan dirinya bisa tampil lebih konsisten dan tidak kalah bersaing dengan kiper-kiper lain.
Persaingan di level Timnas jelas tidak mudah, apalagi dengan kedatangan kiper-kiper berkelas Eropa. Tapi dengan kerja keras dan dedikasi, Ernando masih punya peluang untuk kembali merebut status sebagai kiper utama Timnas Indonesia. Dalam dunia sepak bola, tak ada yang mustahil selama seorang pemain memiliki tekad yang kuat.
Jika Ernando mampu menunjukkan performa terbaiknya, bukan tidak mungkin Paul Munster akan melihat anak asuhnya kembali berdiri kokoh di bawah mistar Timnas. Misi mustahil atau bukan, semua tergantung pada bagaimana Ernando menanggapi tantangan ini. Kesempatan masih terbuka, dan tinggal bagaimana ia memanfaatkannya untuk kembali menjadi kiper nomor satu Indonesia.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
