
Skuad Timnas Indonesia. (Dok. Timnas Indonesia)
JawaPos.com–Tren PSSI dalam melakukan proyek naturalisasi secara masif dalam belakangan ini tengah mendapatkan sorotan tajam. Terbaru, pelatih Helmond Sport, klub kasta kedua Liga Belanda, Robert Maaskant, melontarkan kritik tajam atas kebijakan tersebut.
Robert Maaskant mengungkapkan penilaian saat Timnas Indonesia, di bawah asuhan Patrick Kluivert, mengalami kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Praktis, hasil minor yang didapat Pasukan Garuda dalam lawatan di Sydney membuat pendapat Maaskant kini soal proyek naturalisasi dalam tim asuhan Kluivert semakin kenyataan.
Pelatih berusia 56 tahun ini mengatakan, tingginya jumlah pemain naturalisasi asal Belanda di Timnas Indonesia tidak masuk akal. Selain itu, dari 30 pemain yang dipanggil Kluivert, 16 di antaranya adalah pemain naturalisasi dengan kelahiran atau darah Belanda. Bahkan, staf kepelatihan pun didominasi pelatih kelahiran Belanda, berjumlah 11 orang.
Maaskant turut menyoroti risiko kehilangan paspor Belanda untuk pemain yang mengubah kewarganegaraan menjadi warga negara Indonesia (WNI) demi bisa membela Timnas Indonesia.
"Saya berharap ini berjalan baik, karena bagus buat sepak bola Belanda kalau ada tim kepelatihan besar yang berangkat ke Indonesia. Negara itu sudah berkembang pesat, dan pelatih sebelumnya juga melakukan pekerjaan yang oke di sana," ungkap Maaskant seperti dilansir dari laman Sportnieuws.
"Saya harus bilang, sebenarnya saya berharap ini berjalan baik… Tapi kalau benar ada kabar pemain ini bisa kehilangan paspor Belanda mereka, itu bisa jadi masalah besar," imbuh dia.
Meskipun mengakui praktik naturalisasi pemain bukanlah hal baru dalam sepak bola dunia, Maaskant menekankan kebijakan ketat pemerintah Belanda terhadap kewarganegaraan ganda yang berpotensi menimbulkan masalah bagi klub-klub.
"Sebenarnya ini bukan hal baru di sepak bola dunia. Lihat saja Timnas Italia atau Timnas Argentina, banyak pemain yang punya paspor ganda," sambung Maaskant.
"Namun ya, di bawah pemerintahan sekarang, sudah tegas menolak paspor ganda. Ini pasti berdampak ke beberapa klub juga, karena mereka bisa kena biaya tambahan yang cukup besar," tambah dia.
Selain pandangannya terkait masalah paspor, Maaskant memberikan kritikan tajam terhadap hype yang saat ini tertuju kepada Timnas Indonesia. Sorotan ramai yang tengah melingkari mereka cenderung berlebihan.
"Tapi kembali ke soal Timnas Indonesia, menurut saya hype mereka terlalu besar. Jujur saja, kita hampir enggak tahu tentang tim ini, jarang lihat mereka main. Yang kita dengar cuma oh, si ini ke sana, si itu ke sana dan akhirnya ada sepuluh pemain naturalisasi dari Belanda di skuad mereka," ucap Maaskant.
Maaskant menegaskan, sepak bola membutuhkan waktu dan proses. Meskipun banyak pemain naturalisasi asal Belanda bermain di Eredivisie, itu tidak menjamin kesuksesan instan di level internasional bagi Timnas Indonesia.
"Itu enggak bisa berubah dalam semalam. Sepak bola bergantung pada kualitas pemain. Kalau mayoritas pemainnya masih rata-rata, ya jangan berharap tiba-tiba bisa bersaing di level atas," tegas Maaskant.
Seperti yang diketahui, dari 16 pemain naturalisasi Timnas Indonesia saat ini, terdapat pemain yang berdarah Belanda, 12 di antaranya sedang bermain atau alumni Eredivisie. Eks pelatih Go Ahead Eagles ini kembali menyoroti kualitas pemain yang dinaturalisasi Timnas Indonesia. Para pemain tersebut merupakan para pemain medioker dan tak mendapat panggilan ke skuad Belanda.
Jika dipanggil Belanda, Maaskant menilai para pemain keturunan ini tak akan mau dinaturalisasi dan membela Timnas Indonesia. "Tapi mari kita jujur, para pemain (keturunan) ini tidak akan memilih Indonesia jika mereka memenuhi syarat untuk tim nasional Belanda," lanjut dia.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
