
Timnas Indonesia akan menghadapi Australia. (PSSI)
JawaPos.com–Timnas Indonesia akan bertanding melawan Australia di putaran ketiga Piala Dunia 2026 Zona Asia pada Kamis (20/3). Pertandingan tandang yang akan dihadapi Timnas Indonesia ke Negeri Kanguru dijadwalkan berlangsung pada pukul 16.10 WIB.
Pertandingan menghadapi Australia juga menjadi laga debut bagi Patrick Kluivert sebagai juru taktik Skuad Garuda. Laga debut yang akan dihadapi pelatih berpaspor Belanda tersebut akan menjadi ujian berat.
Berdasar data dari 11v11, Indonesia hanya bisa menang satu kali, imbang empat kali, dan kalah 15 kali jika melihat rekor pertemuan (head-to-head) melawan Australia. Buruknya catatan pertemuan dengan Australia membuat Pasukan Garuda terakhir kali mencetak gol ke gawang Socceroos pada 1984.
Kemenangan satu-satunya Indonesia atas Australia terjadi pada fase grup Kualifikasi Piala Dunia 1982 di Gelora 10 November, Surabaya. Pertandingan berlangsung pada 30 Agustus 1981, berakhir dengan kemenangan tipis Pasukan Garuda atas Australia dengan skor 1-0. Gol semata wayang pada laga tersebut, dicetak Herry Risdianto pada menit ke-88.
Selain Herry Risdianto, pemain lain seperti Hamid Asnan, Rully Rudolf Nere, Abdul Rachman, Dede Sulaiman, dan Nasir Salasa, juga tampil gemilang di atas rumput Gelora 10 November. Selain performa para pemain yang dinilai apik, racikan taktik Endang Witarsa juga dianggap manjur. Padahal, pelatih kawakan tersebut baru saja menggantikan Harry Djong di kursi kepelatihan Timnas Indonesia.
Dikutip dari Majalah Olympic edisi 1981, Australia saat itu menurunkan pemain-pemain muda yang dipersiapkan untuk menghadapi FIFA World Youth Championship 1981, yang akan diselenggarakan di Negeri Kanguru.
Laga menghadapi Australia di Kualifikasi Piala Dunia 1982 merupakan bagian dari persiapan Timnas Indonesia untuk menghadapi SEA Games Manila pada Desember 1981. Pertandingan antara Indonesia dengan Australia merupakan laga terakhir fase grup Kualifikasi Piala Dunia 1982. Pada akhirnya, kedua tim tersebut sama-sama tidak lolos dari fase grup.
Indonesia ternyata sudah lama tidak mencetak gol ke gawang Australia. Terakhir kali Skuad Garuda mencetak gol ke gawang Australia terjadi saat kompetisi Merlion Cup 1984.
Pada Merlion Cup 1984, Indonesia dan Australia tergabung dalam Grup A. Australia saat itu tidak tampil dengan skuad seniornya, melainkan dengan skuad U-23.
Pertandingan antara Pasukan Garuda melawan Socceroos berlangsung pada 14 Oktober 1984 di Stadion Nasional Singapura. Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan Australia dengan skor 2-1.
Selama pertandingan, Indonesia sebenarnya lebih dulu unggul melalui gol yang diciptakan oleh Sain Irmis pada menit ke-21. Namun, Australia berhasil membalikkan keadaan berkat gol dari Warren Spink pada menit ke-59 dan Frank Farina pada menit ke-70.
Berdasar data dari Rec.Sport.Soccer Statistics Foundation (RSSSF), saat menghadapi Australia di Merlion Cup 1984, Timnas Indonesia diperkuat pemain ternama seperti Ajat Sudrajat, yang menjadi ikon Persib Bandung pada era 1980-an, serta Hermansyah, yang dikenal sebagai kiper berbakat di masanya.
Selain itu, sosok yang mengisi kursi kepelatihan Timnas Indonesia saat menghadapi Australia di Merlion Cup 1984 adalah pelatih asal Brasil, João Lacerda Filho, atau yang dikenal dengan nama Barbatana.
Sayangnya, pelatih asal negeri samba tersebut hanya mampu membawa Timnas Indonesia finis di peringkat terakhir dengan 0 poin tanpa kemenangan. Selain kalah dari Australia, Ajat Sudrajat dan kawan-kawan juga takluk dari Singapura serta Belanda yang diisi oleh para pemain amatir.
Sudah empat dekade berlalu, tetapi Timnas Indonesia masih belum mampu menaklukkan Australia. Sebagai masyarakat Indonesia, kita tentu berharap pertandingan tandang melawan Australia pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia dapat mengukir sejarah baru.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
