Kiper Persebaya Ernando Ari. (Angger Bondan/Jawa Pos)
JawaPos.com- Persaingan di Liga 1 Indonesia semakin memanas, dan dua klub papan atas yang berkompetisi, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya, menjadi sorotan banyak pihak. Namun, yang cukup mengejutkan adalah minimnya partisipasi pemain dari kedua tim tersebut dalam daftar pemanggilan Timnas Indonesia terbaru untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Persib Bandung, yang saat ini menduduki puncak klasemen Liga 1 Indonesia, tidak satu pun pemainnya yang dipanggil Patrick Kluivert untuk memperkuat Timnas Indonesia. Sedangkan, Persebaya hanya diwakili oleh kiper utama mereka, Ernando Ari, yang masuk dalam daftar.
Pemilihan ini tentu saja telah melalui berbagai mekanisme sehingga sudah menjadi hak pelatih untuk memanggil siapa pemain yang dirasa mampu memainkan strategi yang diinginkan. Hal ini sesuai dengan perkataan Patrick Kluivert dalam perkenalannya bulan Januari lalu. "Saya akan mengunjungi beberapa pertandingan dan melihat mereka secara langsung kemudian memeriksa para pemain tentu saja," ujar Patrick.
Beberapa waktu lalu, Patrick Kluivert dan tim pelatih Timnas Indonesia memang tidak sempat mengunjungi pertandingan Persib dan Persebaya untuk memantau pemain-pemain yang berpotensi dipanggil. Keadaan ini tentu menimbulkan pertanyaan, mengapa klub yang tengah memimpin klasemen tidak mampu mengirimkan pemain terbaiknya ke Timnas?
Anomali Pemain Persib Bandung Tidak Ada yang Dipanggil Patrick Kluivert
Melihat dari perspektif negara-negara lain, klub-klub yang berada di puncak klasemen liga umumnya memiliki peluang besar untuk mengirimkan pemainnya ke timnas masing-masing. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Persib Bandung, yang meski tampil impresif di Liga 1, tidak ada pemainnya yang dipanggil oleh Patrick Kluivert.
Meskipun Persib memiliki pemain-pemain yang sebelumnya pernah memperkuat Timnas Indonesia seperti Dimas Drajad dan Marc Klok, kali ini keduanya tidak dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah banyaknya pemain Timnas Indonesia yang bermain di luar negeri dan lebih berpengalaman di level internasional.
Selain itu, kedatangan Joey Pelupessy semakin mempengaruhi posisi Marc Klok di lini tengah, sementara Adam Alis kesulitan menemukan tempatnya di skuad utama Timnas. Di lini tengah Timnas Indonesia, banyak pemain Indonesia yang sering tampil di luar negeri dan memiliki level lebih tinggi dari Liga 1 Indonesia, seperti Thom Haye dan Marselino Ferdinan, sehingga membuat persaingan semakin ketat.
Dengan semakin banyaknya pemain keturunan yang dinaturalisasi, akan semakin sulit bagi pemain yang berkompetisi di Liga 1 Indonesia untuk bersaing. Marc Klok yang tampil solid bersama Persib pun harus menerima kenyataan bahwa slot lini tengah sudah dipenuhi oleh para pemain yang bermain di luar negeri.
Dilansir dari Sofascore, jika membandingkan statistik antara Joey Pelupessy dan Marc Klok, keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Klok bersama Persib Bandung musim ini telah bermain sebanyak 21 kali dengan nilai rata-rata 7.10. Joey Pelupessy yang baru saja pindah dari Eredivisie ke kasta kedua liga Belgia musim ini bermain total sebanyak 20 laga, 13 pertandingan bersama FC Groningen dan tujuh pertandingan bersama Lommel SK. Nilai rata-ratanya adalah 6.66, lebih rendah daripada Klok.
Di lini tengah Indonesia saat ini membutuhkan pemain yang bisa menjadi tembok penghalang serangan lawan menuju ke pertahanan Timnas Indonesia. Dalam sisi itu, Joey Pelupessy lebih mahir daripada Marc Klok dengan melakukan 1.5 tekel per laga dan 1 intersep per laga. Kemampuan bertahan Joey bisa mendorong Thom Haye untuk fokus membagikan bola ke para penyerang.
Persebaya Hanya Menyumbang Satu Pemain
Sebaliknya, Persebaya yang berada di bawah Persib di klasemen Liga 1 Indonesia tetap bisa menyumbangkan satu pemain untuk Timnas Indonesia, yaitu Ernando Ari. Kiper Persebaya ini menunjukkan performa yang konsisten dan diakui oleh pelatih Timnas Indonesia.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
