
Paul Munster miliki pekerjaan rumah besar yang harus diperbaiki di Persebaya Surabaya. (PT. LIB)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya berhasil meraih kemenangan penting atas PSM Makassar dalam lanjutan Liga 1 Indonesia 2024/2025. Bertandang ke Stadion BJ Habibie pada Jumat (7/3/2025) malam, Green Force menang tipis 0-1 berkat gol tunggal Francisco Rivera di menit ke-65. Hasil ini memperpanjang tren positif Persebaya dan mengangkat posisi mereka di papan atas klasemen.
Namun, di balik kemenangan ini, ada satu tantangan besar yang harus segera diselesaikan oleh pelatih Paul Munster. Jika ingin membawa Green Force menjadi juara Liga 1 musim ini, mereka harus meningkatkan ketajaman lini serang. Meski terus meraih kemenangan, Persebaya masih menjadi tim dengan jumlah gol paling minim di antara lima besar klasemen.
Saat ini, Green Force telah mencetak 31 gol dari 26 pertandingan. Jumlah ini jauh lebih sedikit dibandingkan Dewa United (54), Bali United (41), Persija Jakarta (40), bahkan pemuncak klasemen Persib Bandung (43). Untungnya, lini pertahanan Persebaya cukup solid dengan hanya kebobolan 27 gol. Ini lebih baik dari semua pesaing di lima besar kecuali Persib yang baru kebobolan 23 kali.
Ketajaman lini depan menjadi perhatian serius bagi Paul Munster. Dalam beberapa pertandingan, mereka kerap kesulitan mencetak gol meskipun memiliki banyak peluang. Bruno Moreira dan Francisco Rivera memang cukup produktif, tetapi belum cukup untuk membuat Green Force lebih superior di depan gawang lawan.
Paul Munster perlu mencari solusi agar lini serang Persebaya lebih tajam. Beberapa opsi yang bisa dilakukan adalah meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir. Selain itu, memaksimalkan peran pemain sayap dalam menciptakan peluang, atau mungkin mencoba skema permainan yang lebih agresif dalam menyerang.
Salah satu catatan positif adalah pertahanan Green Force yang semakin solid di bawah komando Slavko Damjanovic dan Dime Dimov. Lini belakang yang kokoh ini menjadi kunci kemenangan mereka atas PSM. Banyak Bonek menilai Slavko sebagai pemain terbaik dalam pertandingan tersebut.
Dengan pertahanan yang sudah cukup solid, fokus Paul Munster kini harus tertuju pada sektor serangan. Jika Persebaya ingin bersaing merebut gelar juara Liga 1, mereka harus segera menyelesaikan masalah produktivitas gol ini. Tanpa perbaikan di lini depan, Green Force bisa kesulitan menghadapi tim-tim pesaing yang lebih tajam dalam mencetak gol.
Saat ini, Persebaya berada di peringkat ketiga dengan 47 poin dari 26 pertandingan. Mereka tertinggal tujuh poin dari pemuncak klasemen Persib Bandung dan dua poin dari Dewa United di posisi kedua. Dengan delapan laga tersisa, peluang juara masih terbuka. Namun, syaratnya jelas: Green Force harus lebih klinis dalam mencetak gol.
Laga selanjutnya akan menjadi ujian bagi Persebaya untuk membuktikan bahwa mereka bisa mengatasi masalah ini. Jika Paul Munster berhasil memperbaiki ketajaman lini serang, Green Force bisa menjadi kandidat kuat dalam perebutan gelar juara musim ini.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
