Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Maret 2025 | 04.36 WIB

Menyalakan Flare Akan Langsung Diproses Hukum, Panpel Persebaya Surabaya Ingin Sanksi yang Diberikan Jadi Pembelajaran

Suporter Persebaya Bonek menyalakan flare saat laga melawan Persib di Stadion Gelora Bung Tomo. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com - Panpel Persebaya Surabaya membuktikan komitmennya. Di awal musim, mereka berjanji bakal memberi sanksi berat kepada suporter yang menyalakan flare.

Ketegasan itu dibuktikan kemarin. Awalnya, manajemen Green Force mendapat denda dari Komdis PSSI sebesar Rp 50 juta. Sebab, ada flare yang menyala dalam laga kontra Persib Bandung (1/3) di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. 

Flare menyala setelah gol bunuh diri Marc Klok di menit ke-61'. Itu berasal dari suporter yang ada di gate 3. Pihak berwenang langsung mengamankan oknum suporter tersebut. Mereka sempat memotret pelaku. Kemudian melihat identitas lengkapnya.

Pihak panpel kemarin memposting wajah pelaku di akun Instagram resmi klub. Sekaligus mencantumkan nama, tanggal lahir, hingga alamat lengkap. "Ini kan bentuk komitmen semua pihak, bahwa tidak ada flare di musim ini. Langkah ini kami lakukan agar jadi pembelajaran bersama," kata Ketua Panpel Persebaya Ram Surahman kepada Jawa Pos.

Pelaku tidak hanya diposting di Instagram. Ram memastikan oknum suporter tersebut otomatis di-banned. Dia tidak bisa lagi menyaksikan laga Persebaya di stadion seumur hidup. Nama pelaku sudah tidak bisa mengakses pembelian tiket melalui platform manapun. Sebab, pembelian tiket laga Persebaya harus mencantumkan KTP.

Bagaimana jika dia membeli tiket dari calo? Ram meminta pelaku untuk tidak coba-coba. "Nama, wajah, hingga ciri-ciri pelaku sudah jelas. Kami akan sampaikan semuanya kepada petugas yang ada di stadion. Kalau pelaku tersebut nekat datang dan ketahuan, kami akan langsung serahkan kepada pihak keamanan untuk diproses hukum," tegas Ram.

Ram berharap sanksi tersebut bisa membuat suporter berpikir dua kali untuk menyalakan flare. "Memang flare saat laga melawan Persib hanya menyala sebentar, karena langsung dimatikan. Tapi Komdis PSSI ini kan tidak mau tahu. Mereka tahunya ada flare yang menyala, dan otomatis kami kena denda," jelas pria asli Benjeng, Gresik, tersebut.

Lantas, bagaimana jika ke depan masih ada yang nekat menyalakan flare di tengah laga? Ram memastikan akan ada tindakan yang lebih tegas. Pelaku tidak hanya diposting di Instagram resmi klub sekaligus di banned. "Tapi akan langsung kami serahkan kepada pihak keamanan untuk dilakukan proses hukum yang berlaku. Itu kami lakukan demi pembelajaran bersama," pungkas Ram. (gus/ali)

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore