Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Maret 2025 | 22.08 WIB

Mengintip Modal Tim Promosi Liga 1 2025/2026: Bhayangkara FC Paling Tajir, PSIM Yogyakarta dan Persijap Jepara Masuk 10 Besar

Tiga tim promosi ke Liga 1 Indonesia 2025/2026 (Dok. PSIM Yogyakarta, Bhayangkara FC, Persijap Jepara)

 

Jawapos.com - Liga 2 Indonesia musim 2024/2025 telah usai. PSIM Yogyakarta keluar sebagai juara usai menekuk Bhayangkara FC di partai final dengan skor 2-1 sekaligus mengantongi tiket promosi ke Liga 1 musim depan.

Bersama dengan Laskar Mataram, sang lawan di final, Bhayangkara FC yang juga merupakan pemuncak grup Y babak 8 besar sudah memastikan tempatnya di kasta tertinggi Liga Indonesia terlebih dulu.

Sementara tim terakhir yang memastikan diri melenggang ke Liga 1 musim depan adalah Persijap Jepara. Laskar Kalinyamat berhasil menyegel satu tiket tersisa usai berjibaku melawan PSPS Pekanbaru di babak play-off promosi yang berakhir dengan skor 1-0.

Keberhasilan ketiga tim tersebut dalam mengarungi liga semusim terakhir tentu tidak lepas dari sokongan dana yang disuntikkan sebagai modal bertarung. Menarik untuk mengintip besaran nilai pasar dari ketiga tim yang telah dipastikan lolos ke Liga 1 musim depan tersebut.

Berdasarkan data Transfermarkt, nilai pasar dari ketiga tim itu mencapai angka yang fantastis hingga ratusan miliaran rupiah. Hal tersebut tidak mengherankan sebab sejak musim lalu, regulator Liga Indonesia, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) mengizinkan perekrutan tiga pemain asing bagi tim Liga 2.

Dari ketiga klub tersebut, Bhayangkara FC adalah tim yang mengeluarkan modal terbesar hingga mencapai Rp 43 miliar. Nilai ini juga menjadi yang terbesar di antara seluruh kontestan Liga 2 lainnya di musim ini.

Melihat dari komposisi tim berjuluk The Guardian yang tidak banyak berubah dari musim lalu, besaran tersebut terhitung wajar lantaran skuad Hanim Suagiarto itu diisi oleh wajah-wajah yang juga pernah menghiasi Timnas Indonesia seperti Andy Setyo, Putu Gede, hingga Muhammad Hargianto. 

Pemain-pemain berharga mahal lainnya seperti Ilija Spasojevic (Rp 2,17 miliar), Fareed Sadat (Rp 2,61 miliar), hingga Vinicius Leonardo (Rp 2,61 miliar) ikut mengisi tim ini.

Besaran ini menjadi terasa sepadan bagi Bhayangkara FC, sebab penampilan mereka yang konsisten di musim ini hingga bisa menjadi tim pertama yang memastikan tiket promosi ke Liga 1 musim depan.

Tidak berbeda dari Bhayangkara FC, PSIM Yogyakarta juga memiliki modal bombastis sejalan dengan mimpi naik kasta yang sudah mereka idamkan sejak 18 tahun lalu. Tercatat Laskar Mataram memiliki nilai pasar sebesar Rp 38 miliar. 

Dalam skuad besutan Erwan Hendarwanto ini terdapat pemain termahal ketiga di Liga 2 musim ini yaitu Omid Popalzay. Pemain yang didatangkan dari PSPS Pekanbaru itu memecahkan pemain termahal PSIM Yogyakarta musim ini dengan besaran senilai Rp 3,91 miliar.

Selain itu, topskor PSIM Yogyakarta sekaligus pemain terbaik Liga 2 2024/2025, Rafinha merupakan pemain dengan nilai pasar tertinggi kedua di skuad Laskar Mataram yaitu sebesar Rp 2,61 miliar.

Dengan modal yang dikeluarkan tersebut, PSIM Yogyakarta terbukti sukses merengkuh gelar juara di musim ini. 

Sementara itu, Persijap Jepara memiliki besaran modal yang cukup jauh dibanding kedua tim sebelumnya. Namun, Laskar Kalinyamat tetap masuk dalam jajaran sepuluh besar daftar nilai pasar Liga 2 dan tepat menduduki peringkat sepuluh dengan total nilai pasar sebesar Rp 21,8 miliar. 

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore