Gianluca Mancini. (Dok. Antara)
JawaPos.com- Pemain AS Roma, Gianluca Mancini merasa tidak puas dengan kemenangan timnya atas Porto di leg kedua play-off Liga Europa 2024/2025. Laga yang berakhir dengan skor 3-2 itu dimainkan di Stadio Olimpico, Roma, Jumat (21/2). Dengan kemenangan ini, tim tuan rumah juga dipastikan lolos ke babak 16 besar dengan keunggulan agregat 4-3.
Gianluca Mancini sebenarnya ingin AS Roma menguasai pertandingan, apalagi dengan keunggulan jumlah pemain. "Kami memainkan permainan yang bagus, tetapi tidak selalu terkendali seperti yang kami inginkan. Kami tidak boleh menderita seperti ini dengan 11 pemain melawan 10 pemain. Kami kebobolan terlalu banyak, termasuk gol dan tiang gawang," ucapnya setelah pertandingan kepada Sky Sport, Jumat (21/2).
Porto harus kehilangan satu pemain yaitu Stephen Eustáquio yang diganjar kartu merah di menit ke-51. Hukuman tersebut diberikan atas pelanggarannya kepada Leandro Paredes yang tertangkap VAR.
Karena keunggulan jumlah pemain tersebut membuat Mancini ingin I Lupi bermain lebih agresif. "Ketika kami menghadapi situasi seperti itu, kami harus lebih agresif dan berpikir bahwa kami masih bermain 11 lawan 11. Namun, yang terpenting adalah menang dan kami melakukannya dengan baik. Bermain sepak bola dengan baik dan unggul atas Porto," tutur pemain 28 tahun.
Mancini berharap rekan setimnya bisa lebih baik lagi dalam membaca situasi permainan, apalagi saat unggul jumlah pemain. "Jika kami bermain imbang 2-1 dalam 2-2, itu akan sulit. Pertandingan tidak pernah berakhir. Kami salah membaca beberapa situasi. Kami harus mengelolanya dengan lebih baik agar tidak terlalu menderita. Namun, semua pemain bermain dengan hebat dan kami senang dengan kemenangan ini," pungkas pemain yang berposisi sebagai bek tersebut.
Walaupun kebobolan dua gol, Mancini tetap memiliki catatan statistik permainan yang baik di lini belakang. Melansir Fotmob, ia melakukan dua clearance dan satu intersep di lini belakang selama 90 menit bermain.
Di Liga Europa musim ini, Gianluca Mancini sudah bermain sebanyak tujuh pertandingan dan selalu menjadi pilihan utama pelatih AS Roma Claudio Ranieri. Selain itu, ia telah mencetak satu gol saat melawan Union SG dan satu assist ketika menghadapi Eintracht Frankfurt.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
