
Aksi pendukung PSIM Yogyakarta menyambut Liga 1 (Alvin Fahrizal Bayyuni/JawaPos.com)
Jawapos.com - Belasan ribu penonton menjadi saksi momen bersejarah yang tercipta di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin (18/2) sore. Dalam laga tersebut, PSIM Yogyakarta dipastikan promosi ke Liga 1 2025/2026 usai mengalahkan PSPS Pekanbaru di laga terakhir babak 8 Besar Liga 2.
Setelah penantian panjang selama 18 tahun, Laskar Mataram akhirnya dapat mewujudkan mimpi untuk mentas di kompetisi tertinggi Liga Indonesia musim depan. Pasukan Erwan Hendarwanto mampu menyegel satu tempat di Liga 1 dengan lolos otomatis setelah mengandaskan perlawanan pasukan Aji Santoso dengan skor 2-1.
Rafael Rodrigues alias Raffinha dan Roken Tampubolon menjadi aktor kemenangan dengan menyumbangkan dua gol bagi PSIM Yogyakarta. Tambahan satu gol untuk Raffinha di laga tersebut turut menjadi catatan apik baginya. Total 19 gol yang telah ia koleksi sejauh ini, menjadikannya sebagai pemimpin daftar topskor Liga 2.
Lolosnya PSIM Yogyakarta ke kasta tertinggi Liga Indonesia musim depan disambut penuh suka cita oleh para pendukungnya. Panpel Laskar Mataram mencatat sejumlah 11.102 penonton menjadi saksi langsung momen tersebut di Stadion Mandala Krida kemarin sore.
Tidak mengherankan laga ini menarik antusiasme yang tinggi diantara pendukung PSIM Yogyakarta, pasalnya dalam duel tersebut Laskar Mataram hanya membutuhkan hasil imbang untuk bisa menggenggam tiket promosi Liga 1.
Terlebih peristiwa inilah yang telah diimpikan oleh para pendukung Laskar Mataram. Klub kebanggaan warga Kota Yogyakarta ini telah absen selama 18 tahun dari panggung tertinggi sepak bola Indonesia setelah terakhir kali berpartisipasi pada gelaran Divisi Utama 2007.
Kala itu, tim yang dibesut Sofyan Hadi hanya mampu mengakhiri kompetisi di peringkat 15 Wilayah Dua. Hasil tersebut tidak mampu meloloskan mereka ke Liga Super Indonesia (ISL) yang baru akan memulai musim pertamanya di 2008.
Di musim ini, PSIM Yogyakarta mengarungi kompetisi dengan perkasa. Di putaran pertama, Laskar Mataram mampu finis di posisi dua Grup 2 dengan raihan 29 poin.
Melaju ke babak 8 Besar, Raffinha dkk. berhasil memuncaki klasemen dengan 15 poin hasil meraup lima kemenangan dari enam laga yang telah dilakoni.
Erwan Hendarwanto tidak mampu menyembunyikan rasa syukurnya atas prestasi yang diraih timnya tersebut.
"Menurut saya, ini adalah qadarullah. Jadi ini sudah jalan Tuhan. Memang Allah yang menggerakkan kita, yang mempermudah jalan kita," ujar pelatih 48 tahun itu saat sesi jumpa pers usai laga, Senin (17/2).
Setelah ini, PSIM Yogyakarta akan menjalani pertandingan final melawan Bhayangkara FC yang telah lebih dulu dipastikan naik kasta pada Senin (24/2). Sebagai tim dengan raihan poin tertinggi, Laskar Mataram berhak menjadi tuan rumah dalam partai pamungkas tersebut.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
