Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Februari 2025 | 15.27 WIB

Dejan Tumbas, Sang Pahlawan Baru Persebaya Surabaya di Tengah Krisis Lini Tengah, Nasib Muhammad Hidayat Dalam Bahaya

Dejan Tumbas tunjukkan dirinya bisa jadi solusi krisis lini tengah Persebaya Surabaya. (Instagram @dejant19) - Image

Dejan Tumbas tunjukkan dirinya bisa jadi solusi krisis lini tengah Persebaya Surabaya. (Instagram @dejant19)

JawaPos.com - Tangis bahagia pecah di tengah Stadion Gelora Bung Tomo. Dejan Tumbas tak kuasa menahan haru saat menyanyikan Song for Pride bersama rekan-rekannya setelah kemenangan 1-0 Persebaya Surabaya atas PSBS Biak.

Kemenangan itu terasa spesial bagi Persebaya Surabaya yang akhirnya meraih tiga poin setelah tujuh laga tanpa kemenangan. Bagi Tumbas, kemenangan tersebut menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya ia merasakan atmosfer kemenangan sejak bergabung.

Sejak direkrut pada putaran kedua bersama Dime Dimov, Tumbas belum sekalipun merasakan kemenangan. Persebaya Surabaya hanya sekali bermain imbang, sedangkan sisanya berakhir dengan kekalahan.

”Ini merupakan pengalaman pertama saya, Hal yang paling indah dalam karir sepak bola saya sejauh ini. Perasaan ini tidak bisa saya ungkapkan dalam kata-kata,” ungkap Tumbas.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bonek dan Bonita yang terus memberikan dukungan luar biasa. Stadion yang penuh membuat atmosfer semakin membakar semangat para pemain Green Force.

 ”Terima kasih untuk suporter yang sudah memenuhi stadion, memberikan dukungan luar biasa kepada kami,” lanjutnya.

Tumbas merupakan pemain yang selalu menunjukkan ekspresi emosional di lapangan. Pemain asal Serbia itu tak segan berteriak, memberi motivasi, atau merayakan setiap momen penting dengan penuh semangat.

Ia juga sosok yang pantang menyerah di dalam maupun di luar lapangan. Ketika Bruno Moreira gagal mengeksekusi penalti saat melawan Malut United, Tumbas menjadi orang pertama yang menyemangati sang kapten.

Di laga melawan PSBS, Tumbas dimainkan sebagai gelandang box to box. Padahal, sejak bergabung dengan Persebaya Surabaya, ia lebih sering bermain sebagai winger, penyerang tengah, maupun striker.

Namun, bagi Tumbas posisi gelandang bukanlah hal baru. Saat bermain di Liga 1 Tajikistan, ia bahkan dinobatkan sebagai pemain asing terbaik berkat perannya di lini tengah.

Keputusan pelatih menurunkannya sebagai gelandang berbuah manis. Tumbas tampil solid dan menjadi bagian penting dari kemenangan serta clean sheet pertama Persebaya Surabaya dalam delapan laga terakhir.

Ia dimainkan di posisi tersebut karena absennya dua gelandang asing, Gilson Costa dan Mohammed Rashid, akibat akumulasi kartu. Namun, ia membuktikan dirinya mampu menjalankan peran itu dengan sangat baik.

“Sebelumnya saya pernah bermain sebagai gelandang, juga posisi lainnya. Dan saya selalu akan memberikan yang terbaik dimana pun saya diminta untuk bermain,” tegas Tumbas.

Statistiknya dalam laga melawan PSBS juga mencerminkan kontribusi besarnya. Bermain penuh selama 90 menit, ia mencatatkan 40 sentuhan dan 17 operan akurat dari 30 percobaan.

Ia juga aktif dalam duel udara dan duel darat, memenangkan tiga dari delapan duel di tanah dan tiga dari lima duel udara. Selain itu, ia juga mencatatkan dua tembakan tepat sasaran dan dua dribel sukses dari dua percobaan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore