Gervane Kastaneer saat latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. (dok.Persib)
JawaPos.com- Gervane Kastaneer menjadi salah satu rekrutan anyar Persib Bandung yang mulai menunjukkan adaptasi positif di Liga 1 2024/2025. Pemain kelahiran Rotterdam, 9 Juni 1996, ini memiliki kewarganegaraan Curacao dan bergabung dengan Maung Bandung dengan status bebas transfer. Ia menandatangani kontrak berdurasi 1,5 tahun hingga akhir musim 2025/2026.
Sebagai pemain sayap, Kastaneer juga memiliki fleksibilitas untuk beroperasi di berbagai posisi di lini depan. Ia didatangkan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Mailson Lima, yang dikabarkan akan dilepas ke klub lain.
Sejak bergabung, Kastaneer telah tampil dalam empat pertandingan Liga 1. Adaptasinya tergolong cepat, terlihat dari perannya sebagai penyerang pemantul yang membuka ruang bagi rekan-rekannya di lini depan.
Pemain berusia 28 tahun ini mengakui bahwa ia mulai terbiasa dengan atmosfer sepak bola Indonesia, baik di kandang maupun tandang. Ia juga menyadari bahwa Liga 1 memiliki gaya permainan yang sangat fisik, mirip dengan yang diterapkan di Curacao dan Amerika Selatan.
"Sepak bola di Indonesia sangat fisik, mirip dengan Curacao dan Amerika Selatan. Ada banyak perbedaan, tetapi masing-masing memiliki level permainan yang bagus," ungkap Kastaneer.
Selain gaya permainan yang keras, Kastaneer juga menyoroti perbedaan budaya sepak bola di Indonesia. Fanatisme suporter menjadi hal yang sangat mencolok baginya.
"Budaya sepak bola di Indonesia sangat berbeda, terutama dari segi dukungan suporter. Ada perbedaan dalam karakter pemain dan atmosfer pertandingan, tetapi levelnya tetap bagus," kata pemain yang pernah dilatih oleh legenda Belanda, Patrick Kluivert, di Timnas Curacao.
Sejauh ini, Kastaneer telah mencetak satu gol saat menghadapi Arema FC. Gol tersebut ia cetak pada laga keduanya setelah masuk sebagai pemain pengganti. Sementara itu, kesempatan tampil sebagai starter pertama kali datang ketika Persib menghadapi PSIS Semarang pada pekan ke-22 Liga 1 2024/2025.
Namun, kebugarannya masih perlu ditingkatkan, saat melawan PSIS, ia harus ditarik keluar pada menit ke-65 dan digantikan oleh David da Silva. Meski begitu, postur tubuhnya yang tinggi serta kekuatan fisiknya bisa dimanfaatkan oleh pelatih Bojan Hodak sebagai target man di lini depan.
Kastaneer merasa nyaman bekerja di bawah arahan Bojan Hodak. Ia menilai pelatih Persib itu memiliki gaya kepelatihan yang jujur dan transparan.
"Hubungan saya dengan pelatih sangat baik. Dia memiliki opini yang jujur tentang saya, dan saya merasa masih bermain seperti di Eropa. Setelah 12 tahun berkarier di Eropa, saya harus beradaptasi dengan ekspektasi dan gaya bermain di sini. Tapi sejauh ini saya menikmatinya dan saya senang berada di Persib," ungkap Kastaneer.
Dengan performa yang semakin meningkat, Kastaneer diharapkan bisa menjadi salah satu pemain kunci Persib dalam mengarungi sisa musim Liga 1 2024/2025. Kehadirannya menjadi tambahan kekuatan bagi Maung Bandung dalam perburuan gelar juara musim ini.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
