Persebaya Surabaya muda mencoba terapi kolam air panas dan dingin yang ada di West Australia Institute of Sports. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Pada tahun ini, Persebaya Surabaya menggelar mini camp dan Tret Tet Tet Bonek ke Australia pada Juli 2025 mendatang. Agenda ini sebenarnya sudah berjalan sejak 2018 dan 2019, namun kemudian berhenti karena pandemi Covid-19.
”Sebenarnya sejak 2018 Persebaya sudah mengirimkan tim junior ke Western Australia, pada 2019 tim junior Western Australia (@footballwest )melakukan kunjungan balasan ke Surabaya. Namun karena pandemi program itu harus terhenti. Tahun ini, Alhamdulillah bisa melanjutkan kerja sama tersebut, dan kita tingkatkan dengan membawa tim senior juga Bonek ke Perth,” kata Presiden Persebaya Surabaya, Azrul Ananda.
Menariknya pada 2018, perjalanan panjang dari Indonesia menuju Australia tak menyurutkan semangat para pemain Persebaya U-19. Tanggal 28 Juni 2018 menjadi hari istimewa bagi mereka karena tiba di Perth untuk menjalani pemusatan latihan.
Sambutan pertama yang mereka rasakan adalah udara dingin yang menusuk. Meski matahari berada di atas kepala pada siang hari, suhu tetap bertahan di angka 16 derajat celsius.
"Wah, dingin sekali, seperti berada di kamar ber-AC," ujar Vengko Armedya, striker muda asal Batam kala itu. Tak hanya siang hari, para pemain bahkan membayangkan betapa dinginnya suhu saat malam tiba.
Begitu tiba di Perth, tim Persebaya U-19 tidak langsung menuju hotel. Mereka langsung diarahkan ke Western Australian Institute of Sport (WAIS), salah satu pusat sports science terbesar di Australia.
WAIS merupakan tempat di mana atlet-atlet Australia digembleng sebelum tampil di kancah internasional. Lokasinya dapat ditempuh sekitar satu jam dari bandara dengan kondisi lalu lintas yang lancar.
Menurut Georgie Kent, casual exercise physiologist di WAIS, fasilitas ini berada di bawah naungan pemerintah Australia Barat. Beragam teknologi canggih tersedia untuk meningkatkan performa atlet dan membantu pemulihan cedera.
Di dalam WAIS, terdapat berbagai fasilitas olahraga indoor seperti lompat jauh, lompat indah, gym, dan kolam renang. Sementara itu, olahraga seperti sepak bola, bola basket, hoki, dan baseball memiliki lapangan khusus.
Keunggulan WAIS terletak pada sistem pemantauan canggih yang terpasang di setiap sudut ruangan. Pelatih bisa melihat langsung performa atlet yang sedang berlatih melalui kamera pengawas.
"Fasilitas olahraga yang ada di ruangan ini bisa dipantau dari satu ruangan," ujar Georgie.
Selain itu, WAIS juga memiliki ruang terapi yang didukung oleh peralatan modern. Salah satu yang menarik perhatian para pemain Persebaya U-19 adalah ruang anthropometry dan physiology laboratory.
Georgie menjelaskan ruang physiology laboratory dirancang agar atlet merasakan pengalaman olahraga sesungguhnya. Fasilitas ini membantu mereka menyesuaikan kondisi fisik dengan lingkungan sekitar.
Pemain Persebaya U-19 pun diajak mencoba berbagai fasilitas yang ada. Salah satu terapi yang mereka jalani adalah kombinasi air panas dan air dingin untuk membantu adaptasi suhu.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
