Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Juni 2026 | 17.48 WIB

Wajib Dicek 16 Halaman Formulir FIFA PCMA! dr Tommy Bongkar Detail Pemeriksaan Pemain Persebaya Surabaya

Chief Medical Officer Persebaya Surabaya dr Tommy menjelaskan pentingnya pemeriksaan detail 16 halaman formulir FIFA PCMA bersama Mayapada Hospital Surabaya. (FOTO: Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com) - Image

Chief Medical Officer Persebaya Surabaya dr Tommy menjelaskan pentingnya pemeriksaan detail 16 halaman formulir FIFA PCMA bersama Mayapada Hospital Surabaya. (FOTO: Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya memperkuat sistem kesehatan tim menjelang Super League 2026/27 dengan menggandeng Mayapada Hospital Surabaya sebagai Official Medical Partner.

Kerja sama yang diresmikan pada Rabu (24/6/2026) ini menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem sports medicine terintegrasi yang mendukung kesehatan, performa, hingga pemulihan pemain secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut tidak hanya berfokus pada penanganan cedera pemain. Persebaya Surabaya juga ingin memastikan seluruh aspek kesehatan atlet dapat dipantau secara sistematis melalui dukungan fasilitas medis modern dan jaringan dokter spesialis yang lengkap.

Mengapa Persebaya Surabaya Menggandeng Mayapada Hospital?

Chief Medical Officer Persebaya Surabaya, dr. Pratama Wicaksana Wijaya, Sp.KO atau dr Tommy menjelaskan ide kerja sama ini berawal dari pengalamannya menghadiri Isokinetic Conference FIFA di Madrid pada 2025.

Dalam forum tersebut, ia melihat banyak klub elite Eropa telah memiliki hubungan erat dengan rumah sakit sebagai bagian dari sistem pendukung performa tim.

Menurutnya, model tersebut memungkinkan proses diagnosis, pengobatan, rehabilitasi, hingga pemantauan kondisi atlet berjalan dalam satu sistem yang terintegrasi.

"Dengan sistem terintegrasi, seluruh proses mulai dari diagnosis, penanganan, rehabilitasi, hingga pemantauan kondisi dapat berjalan dalam satu alur yang berkesinambungan," jelasnya.

Sistem seperti itu dinilai mampu mempercepat proses pengambilan keputusan terkait kondisi pemain. Tim medis dapat memperoleh data yang lebih lengkap sehingga evaluasi kebugaran dan kesiapan bertanding menjadi lebih akurat.

Selain itu, pemain juga tidak perlu berpindah-pindah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan layanan berbeda. Seluruh kebutuhan medis dapat ditangani dalam satu jaringan yang saling terhubung.

Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah peningkatan kualitas pemeriksaan FIFA Pre-Competition Medical Assessment (PCMA). Pemeriksaan tersebut merupakan prosedur wajib yang harus dijalani pemain sebelum kompetisi dimulai.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore