
Ucapan terima kasih dari Borneo Fc kepada Pieter Huistra. (@borneofc.id)
JawaPos.com - Liga 1 Indonesia 2024/25 telah memasuki pekan ke-19. Jalannya kompetisi sejauh ini semakin seru dan panas. Namun di balik persaingan ketat di liga tersebut, banyak pelatih yang harus merasakan nasib pahit alias mengalami pemecatan.
Pemecatan pelatih dalam dunia sepak bola adalah hal biasa. Faktor yang kerap jadi alasan adalah performa tim, atau ada pula hal-hal lainnya di luar lapangan.
Liga 1 yang merupakan kompetisi profesional kasta tertinggi juga mengalami hal-hal seperti ini bahkan saat musim baru bergulir. Pelatih PSBS Biak, Juan Esnaider merupakan contoh yang pas untuk menggambarkan awal mulai liga dirinya telah dipecat.
Kemudian beberapa pelatih juga mengalami hal serupa. Terbaru, tentu saja nakhoda Borneo FC, Pieter Huistra yang memutuskan untuk berpisah dengan klub berjuluk Pesut Etam.
Seperti yang diketahui, Liga 1 Indonesia dihuni oleh beberapa pelatih asing dan lokal yang mumpuni, diharapkan dengan kedatangan para peracik strategi level atas mampu menghadirkan sejumlah pertandingan menarik.
Akan tetapi, sudah ada beberapa pelatih yang diputuskan untuk tidak lagi menukangi klub-klub Liga 1 karena dianggap gagal memenuhi ekspektasi manajemen.
Berikut 8 juru taktik Liga 1 2024/2025 yang dipecat sejauh ini:
Juan Esnaider
Juan Esnaider jadi pelatih pertama yang dipecat pada Liga 1 2024/2025. Nasibnya disudahi manajemen PSBS Biak meski baru menjalani tiga pertandingan awal.
Perjalanan PSBS Biak di Liga 1 dengan status tim promosi begitu mengenaskan. Mereka tumbang 1-4 dari juara bertahan Persib Bandung, kalah 1-2 dari PSM Makassar, dan takluk 0-1 dari PSIS Semarang.
Kini, tim berjuluk Badai Pasifik telah mengangkat Emral Abus sebagai pengganti. Perlahan, mereka bisa bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia dengan menghuni peringkat ke-11 di klasemen sementara.
Hendri Susilo
Kemudian, Hendri Susilo menjadi nama kedua yang dipecat di pekan awal Liga 1 2024/2025. Manajemen Semen Padang terpaksa mengambil keputusan tersebut lantaran performa klub dalam situasi mengkhawatirkan.
Di bawah asuhan pelatih asal Bukittinggi ini, Semen Padang menelan tiga kekalahan. Tim Kabau Sirah kalah dua kali beruntun di dua laga awal kontra Borneo FC dan Bali United.
Sempat menang lawan PSS Sleman pada laga ketiga, kekalahan kembali ditelan kontra Malut United. Ini membuat manajemen klub mengeluarkan keputusan tegas untuk memberhentikan Hendri.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
