
Gilson Costa saat masih berseragam SL Benfica. Kini dia memperkuat Persebaya Surabaya. (Instagram @gilsonc45)
JawaPos.com — Gilson Costa mungkin bukan nama yang asing bagi para pecinta sepak bola Eropa pada masanya. Sepuluh tahun lalu, ia mencuri perhatian saat membela SL Benfica di ajang UEFA Youth League U-19. Pada laga fase grup C melawan Bayer Leverkusen, Gilson tampil sebagai pahlawan. Bermain sebagai gelandang bertahan, ia sukses mencetak dua gol dalam kemenangan 4-1 untuk Benfica.
Gol pertamanya lahir di menit ke-54 melalui skema serangan rapi timnya. Berawal dari assist João Carvalho, Gilson dengan tenang melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihalau kiper lawan. Tak berhenti di situ, Gilson kembali mencetak gol di menit ke-79. Kali ini Renato Sanches, rekan setimnya yang kini menjadi pemain Benfica, memberikan assist brilian.
Laga tersebut berlangsung di Caixa Futebol Campus atau kini bernama Benfica Campus, markas akademi Benfica yang dikenal melahirkan banyak talenta. Kemenangan telak itu mengukuhkan posisi Benfica di puncak klasemen Grup C.
Momen gemilang itu menjadi bukti potensi besar yang dimiliki Gilson di usia muda. Namun, perjalanan kariernya tidak berjalan mulus seperti yang banyak orang harapkan.
Setelah meninggalkan Benfica, Gilson sempat berkelana ke beberapa klub. Namun, ia gagal menemukan konsistensi yang bisa mengembalikan performa terbaiknya.
Kini, Gilson Costa berlabuh di Persebaya Surabaya, salah satu klub besar di Liga 1 Indonesia. Ia didatangkan pada awal musim 2024/2025 dengan harapan bisa menjadi pilar di lini tengah. Namun, performanya sejauh ini masih jauh dari harapan para pendukung Persebaya Surabaya. Dari 18 pertandingan yang sudah dimainkan, ia belum mencatatkan satu pun gol atau assist.
Statistiknya menunjukkan kontribusi yang minim di lini serang. Dengan hanya mencatatkan sembilan umpan kunci sepanjang musim, perannya di sektor kreativitas terlihat kurang optimal.
Gilson juga baru melepaskan delapan tembakan sejauh ini, dengan hanya dua di antaranya yang tepat sasaran. Akurasi tembakannya pun hanya mencapai 25 persen, angka yang jauh dari kata memuaskan. Dalam hal distribusi bola, Gilson sebenarnya cukup baik dengan akurasi umpan mencapai 90 persen. Dari total 441 umpan yang dilepaskannya, 393 berhasil mencapai target.
Namun, kontribusinya dalam menciptakan peluang melalui umpan silang atau umpan terobosan masih minim. Ia hanya mencatatkan tiga umpan silang dan delapan umpan terobosan sepanjang musim.
Dari segi pertahanan, Gilson menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan kontribusinya di lini serang. Ia mencatatkan 50 tekel, dengan 26 di antaranya sukses. Ia juga membuat 28 intersep, 11 sapuan, dan dua blok tembakan. Statistik ini menunjukkan perannya sebagai gelandang bertahan yang lebih fokus pada menghentikan serangan lawan.
Namun, ia kerap melakukan pelanggaran yang tidak perlu. Hingga pekan ke-18, ia sudah mencatatkan 18 pelanggaran dan menerima tiga kartu kuning.
Kritik pun mulai berdatangan dari para pendukung Persebaya Surabaya, Bonek, yang dikenal sangat vokal. Mereka mempertanyakan kontribusi Gilson yang dinilai tidak sebanding dengan ekspektasi. Padahal, lini tengah Persebaya Surabaya membutuhkan sosok yang bisa mengatur permainan sekaligus memberikan ancaman bagi pertahanan lawan. Peran itu seharusnya bisa dimainkan oleh Gilson dengan pengalamannya.
Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, sejauh ini masih memberikan kepercayaan kepada Gilson. Ia berharap sang pemain bisa segera menemukan performa terbaiknya di sisa musim.
Namun, waktu semakin menipis untuk Gilson membuktikan dirinya di hadapan publik Surabaya. Liga 1 Indonesia sudah memasuki paruh kedua, dan tekanan untuk tampil lebih baik semakin besar.
Bonek tentu berharap Gilson bisa mengulang momen-momen gemilang seperti saat ia memborong dua gol ke gawang Bayer Leverkusen. Tetapi, hal itu hanya akan terjadi jika ia mampu meningkatkan intensitas permainannya.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
