
Ketua PSSI, Erick Tohir bersama Pelatih Kepala Timnas Indonesia, Patrick Kluivert dan Asisten Pelatih Timnas Denny Landzaat menunjukkan jersey Timnas Indonesia di Jakarta. (Salman Toyibi/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Jumlah menit bermain menjadi aspek dan unsur penting yang akan ditekankan oleh Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert dalam mempertimbangkan dan memilih pemain untuk membentuk skuad. Para pemain yang minim dapat kesempatan tampil di klubnya harus waspada.
Patrick Kluivert baru saja diperkenalkan sebagai pelatih Timnas Indonesia. Dia ditunjuk oleh PSSI untuk menggantikan Shin Tae-yong, pelatih Garuda sebelumnya.
Mantan peracik strategi Timnas Curacao itu diberikan kontrak oleh PSSI sebagai pelatih Timnas Indonesia hingga 2027, dengan opsi perpanjangan kontrak dua tahun. Patrick Kluivert nantinya akan bahu-membahu dengan dua asistennya yang juga dari Belanda, Alex Pastoor dan Denny Landzaat.
Meski sudah diperkenalkan dari sekarang, Patrick Kluivert belum akan memimpin Timnas Indonesia. Dia baru akan mulai mengumpulkan pemain pada Maret 2025, jelang dua pertandingan lanjutan grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Timnas Indonesia dijadwalkan melakoni partai tandang melawan Australia di Sydney pada 20 Maret, lalu dilanjutkan dengan menjamu Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, lima hari kemudian.
Nah dalam kurun waktu kurang lebih dua bulan, Patrick Kluivert akan benar-benar dalam memilih dan membentuk skuad Timnas Indonesia. Dia menyatakan tidak akan pilih sembarang pemain.
Patrick Kluivert menyatakan, satu hal yang akan jadi pertimbangan utama dirinya dalam memilih pemain adalah menit bermain. Menurutnya, aspek tersebut sangat krusial karena terkait dengan kebugaran sang pemain saat membela Timnas Indonesia.
"Main di klub dengan di negara sangat beda, waktu persiapan singkat, fitness level pemain timnas juga sangat berbeda. Ini semua jadi faktor pertimbangan, bukan hanya faktor talenta satu pemain. Jadi ada pertimbangan besar dalam membuat keputusan," kata Patrick Kluivert dalam jumpa pers di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Minggu (12/1).
"Jika para pemain tidak punya menit bermain di klub, maka kamu tidak bisa dapat kesempatan. Kami juga harus diskusikan situasi dengan pelatih fisik pemain di klub. Hal-hal semacam ini sangat penting," tambah mantan pemain Ajax Amsterdam ini.
Patrick Kluivert dengan tegas menyatakan bahwa dirinya enggan menerima pemain yang sering jadi 'cadangan mati (camat)' alias tidak punya banyak menit bermain di klubnya, lalu langsung bermain di Timnas Indonesia. Tim pelatih akan melakukan pemeriksaan secara mendalam terlebih dahulu.
"Tidak hanya mereka datang, lalu main. Kami harus benar-benar cek bagaimana mereka berlatih, apakah mereka ada latihan ekstra," jelas Patrick Kluivert.
Sebelumnya, pemain dengan minim menit bermain jadi salah satu hal yang disoroti dalam Timnas Indonesia era kepelatihan Shin Tae-yong. Sebab ada sejumlah pilar Garuda yang jarang dimainkan di klubnya masing-masing, tapi kerap dapat kesempatan bermain di Timnas Indonesia.
"Seperti yang saya bilang, ada beberapa pemain yang sudah sering main di klub, ada yang belum. Jadi penting bagi kami membuat pemain ada di level yang sama, bukan hanya dalam hal fisik maupun pikiran," tutup dia.
Contohnya adalah Pratama Arhan Alif Rifai, yang selalu dipanggil Shin Tae-yong kendati mantan pemain PSIS Semarang itu hanya bermain empat kali selama berseragam Tokyo Verdy dan hanya bermain selama empat menit bersama Suwon FC.
Kemudian ada juga Marselino Ferdinan musim lalu, ketika memperkuat KMSK Deinze di Belgia. Pemain yang kini memiliki 32 caps bersama tim senior Indonesia tersebut hanya bermain empat kali selama 1,5 musim bersama klub lamanya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
