Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Januari 2025 | 20.59 WIB

Film Elang, Berkisah soal Drama Sepak Bola, Dilema Pemain, dan Mengungkap Sisi Gelap Skandal Pengaturan Skor

Poster Film Elang. (Instagram: @elangfilmofficial) - Image

Poster Film Elang. (Instagram: @elangfilmofficial)

JawaPos.com - Di tengah hiruk pikuk perpindahan kepemimpinan Timnas Indonesia dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert, industri perfilman Indonesia menghadirkan sebuah karya yang mengangkat tema sepak bola dari sudut pandang yang berbeda. Film "Elang" yang mulai tayang di bioskop sejak 9 Januari 2025, hadir dengan narasi kuat tentang pergulatan seorang pemain nasional menghadapi dilema personal dan profesional.

Disutradarai oleh maestro film Rizal Mantovani, "Elang" menghadirkan kisah yang lebih dari sekadar cerita olahraga. Film ini menggali kompleksitas kehidupan seorang pemain sepakbola nasional bernama Elang, yang diperankan dengan apik oleh Ganindra Bimo. Kisahnya bermula dari kondisi keluarga yang mengharuskan Elang membuat keputusan sulit antara loyalitas pada negara dan kebutuhan finansial untuk pengobatan ibunya yang menderita Alzheimer.

Keputusan Elang untuk bergabung dengan Melbourne Warriors Soccer, sebuah klub di luar negeri yang menawarkan gaji lebih tinggi, menjadi titik balik dalam hidupnya. Pilihan ini memicu konflik dengan keluarganya, terutama ibunya yang diperankan oleh aktris senior Dewi Yull dan adiknya Laras (Meisya Amira), yang berharap Elang tetap membela Merah Putih. Namun, plot cerita menjadi semakin kompleks ketika Elang tak sengaja membongkar skandal pengaturan skor yang melibatkan mafia judi internasional.

Film ini didukung oleh jajaran pemain berbakat lainnya seperti Lukman Sardi, Nina Kozok, dan Fadika Royandi, serta penampilan memukau aktor cilik Abiyyu Barakbah. Masing-masing karakter membawa dimensi tersendiri yang memperkaya narasi utama film ini.

Yang menarik, "Elang" bukan sekadar film fiksi belaka. Naskah yang ditulis oleh duo penulis berbakat Gustin Suradji dan Leo Widharto ternyata terinspirasi dari peristiwa nyata yang mengguncang sepakbola Indonesia, yaitu isu pengaturan skor yang mencuat pasca Final Piala AFF 2010. Hal ini menambah bobot cerita dan relevansi film dengan kondisi persepakbolaan Indonesia.

Perjalanan produksi film ini sendiri cukup berliku. Dimulai pada tahun 2019, proses syuting sempat terhenti akibat pandemi Covid-19. Namun, Arjuna Mega Films, perusahaan produksi yang sebelumnya sukses dengan "Alena Anak Ratu Iblis" (2023) dan serial "Jodoh atau Bukan" (2023), tetap berkomitmen menyelesaikan proyek ini hingga akhirnya bisa ditayangkan di awal 2025.

"Elang" tidak hanya menghadirkan drama dan aksi di lapangan hijau, tetapi juga mengangkat isu-isu penting seperti integritas dalam olahraga, pengorbanan personal, dan dilema moral yang dihadapi atlet profesional. Film ini menjadi cerminan realitas dunia sepakbola Indonesia yang tak selalu hitam putih, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kesucian olahraga dari praktik-praktik tidak sehat.

Dengan paduan cerita yang kuat, akting meyakinkan dari para pemain, dan tema yang relevan dengan kondisi sepak bola Indonesia saat ini, "Elang" layak menjadi tontonan wajib bagi pencinta film dan sepak bola Tanah Air. Film ini tidak hanya menghibur tetapi juga membuka mata penonton tentang realitas tersembunyi di balik gemerlap dunia sepakbola profesional.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore