Patrick Kluivert. (Instagram Patrickkluivert9)
JawaPos.com - Belanda merupakan tempat lahirnya total football, salah satu gaya permainan yang sangat berpengaruh di dunia sepak bola. Metode yang menitikberatkan pada pola main menyerang ini diharapkan bakal diterapkan oleh pelatih anyar Timnas Indonesia, Patrick Kluivert kala ia menukangi Garuda di tahun ini.
Saat masih menjadi pemain, Patrick Kluivert identik dengan permainan sepak bola menyerang ala total football. Ia disebut sebagai Product of Cruyffian atau yang secara terjemahan bebas berarti 'Produk dari Filosofi Cruyff' yang diadopsi dari nama legenda Belanda Johan Cruyff, sang pelopor metode total football.
Paham ini juga ia terapkan saat meniti karir sebagai pelatih. Ketika menukangi klub Adana Demirspor, Kluivert kerap menggunakan formasi 4-3-2-1 yang bisa bertransformasi menjadi 4-3-3. Dikutip dari Transfermarkt, ketika menjadi pelatih klub asal Turki tersebut, dalam 20 pertandingan, ia berhasil mencetak sebanyak 41 gol, yang berarti, rata-rata gol setiap pertandingan adalah 2,05 gol.
Saat menjadi pelatih Curacao tahun 2016/2017, dari delapan pertandingan, timnya berhasil mencetak 17 gol. Produktivitas yang ditunjukkan tim asuhannya cukup baik, walaupun masih ada celah di lini pertahanan.
Terdapat perbedaan formasi yang digunakan Kluivert ketika menangani sebuah klub dibanding negara. Bersama Curacao, ia pernah bermain menggunakan formasi 3-1-4-2 saat melawan Guyana pada tahun 2016 dan formasi 3-4-2-1 melawan Panama pada tahun 2021.
Membangun Serangan dari Lini Pertahanan
Karier Kluivert saat menjadi pelatih kepala Timnas Curacao dapat dijadikan contoh studi kasus untuk mempelajari bagaimana ia menjalankan taktik saat pertandingan. Dilansir dari halaman resmi FIFA, sebelum kedatangan Kluivert di Curacao, negara Karibia tersebut lebih memainkan sepak bola dengan cara Reactive Football.
Patrick Kluivert selalu berpegang teguh dengan sepak bola menyerang dan taktik menyerang. Di bawah Kluivert, Timnas Curacao perlahan menunjukkan permainan dari belakang, lebih banyak menguasai bola dengan operan-operan pendek, kemudian menciptakan peluang dengan umpan menusuk dan determinasi kecepatan pemain.
Ketika dalam penguasaan bola, Patrick Kluivert akan mencoba membangun serangan dari belakang. Memanfaatkan lebar lapangan untuk switch play dan kecepatan melakukan sirkulasi bola untuk membongkar pressing lawan, dua gelandang tengah berfungsi untuk membuka jalur umpan.
Dalam skema Kluivert, gelandang yang bisa menguasai bola dan tidak mudah panik ketika terkena pressing lawan sangat vital. Variasi lainnya yaitu, fullback melakukan pergerakan progresif ke depan untuk melancarkan serangan.
Calvin Verdonk bisa menjadi pemain yang melakukan hal tersebut ketika Patrick menginstruksikan. Pergerakan pemain yang dinamis dan dominasi yang kuat ala total football kemungkinan akan diterapkan pada Timnas Indonesia.
Pergerakan Dinamis dan Kombinasi Umpan Lini Serang
Lini serang Timnas yang seringkali kesusahan mencetak gol merupakan permasalahan yang harus dicarikan solusi oleh Patrick Kluivert. Mungkin dengan gaya permainan yang akan dia bawa dan implementasikan bisa menjadi salah satu jalan keluar.
Dalam fase menyerang, Patrick Kluivert sering menargetkan winger yang memiliki pergerakan tanpa bola yang dinamis dan kecepatan. Kombinasi umpan segitiga dengan mengandalkan tiga pemain untuk memecah pertahanan di sisi kanan atau kiri juga merupakan senjata Patrick.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
