
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong berjalan saat sesi latihan resmi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Jadwal menjadi satu hal yang sangat disoroti oleh Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong di Piala AFF 2024. Pandangan sang pelatih pun dapat sorotan dari media Vietnam, Soha, yang menilai Shin Tae-yong banyak mengeluhkan jadwal.
Penyelenggaraan Piala AFF 2024 memang sangat padat. Digelar mulai 8 Desember 2024, setiap tim harus memainkan pertandingan tiap tiga hari sekali di fase grup.
Selain itu, seluruh kontestan juga harus berpindah-pindah tempat untuk bertanding karena Piala AFF 2024 menerapkan format round robin dengan, dengan tiap tim dapat kesempatan dua pertandingan kandang dan dua pertandingan tandang.
Contohnya adalah Timnas Indonesia, di mana harus memulai perjuangan di Piala AFF 2024 dengan menghadapi Myanmar di Stadion Thuwunna, Yangon pada 9 Desembet 2024. Tiga hari berselang, Garuda harus menjamu Laos di Staidon Manahan Solo, Jawa Tengah.
Tak sampai di situ, pada Minggu, 15 Desember, Muhammad Ferarri harus terbang lagi ke Viet Tri untuk menantang Vietnam dalam laga tandang pada matchday tiga grup B Piala AFF 2024.
Timnas Indonesia baru dapat kesempatan rehat pada 18 Desember, di mana mereka tak bertanding. Garuda baru bermain lagi pada 21 Desember mendatang di Staidon Manahan Solo, Jawa Tengah untuk melawan Filipina.
Padatnya jadwal tersebut membuat Shin Tae-yong tak henti-hentinya mengeluhkan hal tersebut. Dia sudah mengeluhkannya sejak Timnas Indonesia jelang melawab Laos, hingga setelah melawan Vietnam.
Shin Tae-yong bahkan sampai menyebut jeda antarpertandingan yang hanya tiga hari dan format kandang-tandang sama saja seperti membunuh pemain.
"Faktanya, bukan hanya Indonesia, tetapi semua tim harus menghadapi kesulitan yang sama. Beberapa negara bahkan tidak memiliki penerbangan langsung untuk bepergian, sehingga mereka harus terbang lebih dari 10 jam," kata Shin Tae-yong usai laga melawan Vietnam.
"Misalnya, kami pernah harus terbang lebih dari 12 jam ke Myanmar. Bahkan saya, sang pelatih, merasa lelah, jadi seberapa lelah para pemain?" tambahnya.
Shin Tae-yong pun menyarankan agar format fase grup Piala AFF 2024 digelar terpusat. "Saya tetap berpandangan bahwa babak penyisihan grup harus dimainkan secara terpusat, dan putaran berikutnya harus dimainkan di kandang dan tandang. Perpindahan tempat seperti ini tidak masuk akal dan harus diubah," tambahnya.
Keluhan demi keluhan Shin Tae-yong itu memancing media Vietnam, Soha berkomentar. Mereka membuat sebuah artikel dengan judul yang menyindir juru taktik asal Korea Selatan.
Soha membandingkan Shin Tae-yong yang banyak mengeluh soal jadwal, sementara Pelatih Vietnam, Kim Sang Sik tidak. Padahal menurut Soha, semua tim merasakan hal yang sama.
"Tim Vietnam juga tidak kalah dirugikan dibanding Indonesia, mengapa pelatih Kim tidak mengeluh seperti Pak Shin Tae-yong?" tulis Soha dalam judul salah satu artikelnya, dipetik Senin (16/12).
Paragraf pertama berita Soha juga langsung menyindir keluhan yang disampaikan Shin Tae-yong, sebelum menyertakan kutipan sang pelatih soal jadwal padat.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
