Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Desember 2024 | 17.59 WIB

Arema ke GBT Naik Bus, Persebaya Berharap Mendapat Jamuan Serupa di Malang

GAGAL CURI POIN: Skuad Arema FC menjalani laga big match dengan aman melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya (7/12). (ANGGER BONDAN/JAWA POS) - Image

GAGAL CURI POIN: Skuad Arema FC menjalani laga big match dengan aman melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya (7/12). (ANGGER BONDAN/JAWA POS)

JawaPos.com - Skuad Arema FC menaiki dua jenis kendaraan berbeda dalam laga derbi Jawa Timur (7/12). Mereka berangkat ke Stadion Gelora Bung Tomo naik bus. Kemudian kembali ke hotel memakai kendaraan taktis (rantis).

Pihak panpel sejatinya ingin skuad Singo Edan kembali ke hotel dengan bus. ”Tapi, keputusan final kan ada di pihak kepolisian,” kata Ketua Panpel Persebaya Ram Surahman. Ram menghormati keputusan itu. Dia juga mengapresiasi Bonek yang sudah jauh lebih dewasa.

Terbukti, tidak ada insiden apa pun saat skuad Singo Edan berangkat menggunakan bus. ”Semua tahu sendiri kalau rombongan Arema FC aman-aman saja selama di Surabaya,” ujar pria asal Benjeng, Gresik, tersebut. Dia berharap hal itu bisa jadi contoh untuk klub yang punya rivalitas tinggi lainnya.

”Saya harap ini bisa jadi pesan kemanusiaan kepada klub-klub di Indonesia. Ayo sama-sama kita jadikan sepak bola Indonesia lebih nyaman,” jelas Ram.

Karena itu, dia tidak sabar melihat jamuan ketika Persebaya away ke kandang Singo Edan. ”Ketika Persebaya bermain di Malang, saya harap kami mendapat perlakuan yang sama,” beber Ram.

Artinya, skuad Persebaya tidak ingin naik rantis saat perjalanan menuju stadion. Dia berharap penggawa Persebaya bisa aman saat naik bus di Malang. ”Artinya, tidak ada lagi permusuhan dan hal-hal yang tidak berguna lainnya. Lupakanlah masa lalu. Mari kita semua menatap masa depan. Ini demi sepak bola yang lebih baik di masa depan,” tegas Ram.

Apalagi, panpel Persebaya sudah melakukan berbagai upaya agar bisa berdamai dengan Arema FC. Salah satunya adalah melakukan one minute silent. Prosesi itu dilakukan sebelum kickoff derbi Jatim di Stadion GBT (7/12). ”Itu kami lakukan untuk menghormati dan mendoakan 135 korban tragedi Kanjuruhan. Karena ini adalah tragedi kemanusiaan,” ungkap Ram.

Ram senang laga melawan Singo Edan berjalan lancar. Memang sempat ada kisruh di beberapa titik. Tapi, hal itu berhasil direndam Bonek dan aparat keamanan. ”Kami sampaikan terima kasih kepada Kapolrestabes Surabaya dan jajarannya. Pola pengamanan di ring 1 sangat luar biasa. Arek-arek Bonek juga mencoba mengamankan setiap insiden,” ungkapnya. (gus/c19/ali)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore