Duel Pesepak bola Timnas Indonesia Marselino Ferdinan (kiri) dengan kiper gawang kiper Timnas Arab Saudi Ahmed Alkassar (kanan) pada pertandingan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jak
JawaPos.com — Marselino Ferdinan dan Rizky Ridho, dua nama potensial di sepak bola Indonesia hari ini, memulai perjalanan mereka dari Liga Persebaya. Keduanya bukan hanya bintang di Timnas Indonesia tetapi juga bukti nyata sukses pembinaan bakat muda di klub internal Surabaya.
Marselino Ferdinan memulai kariernya di klub Bintang Timur yang berlaga di Kompetisi Kapal Api Persebaya (KKAP) Seri A U-15. Pada musim 2019, ia tampil impresif dengan mencetak tiga gol dari empat pertandingan, sebuah torehan luar biasa untuk gelandang serang muda.
Gol pertamanya di KKAP terjadi pada pekan ketiga saat Bintang Timur menang telak 6-0 melawan Haggana. Marselino mencetak dua gol di laga tersebut, memperlihatkan insting menyerang yang tajam sejak usia belia.
Performa Marselino terus berlanjut di pekan keempat dengan mencetak satu gol dalam kemenangan 4-0 atas Al Rayyan. Keberhasilannya mencetak gol dalam dua laga berturut-turut membuat namanya semakin dikenal di kancah sepak bola muda Surabaya.
Setelah penampilan apiknya di KKAP, Marselino bergabung dengan Persebaya U-16 untuk tampil di Elite Pro Academy U-16. Gol pertamanya untuk Persebaya U-16 tercipta saat mereka kalah 1-2 dari Kalteng Putra pada 3 Mei 2019.
Namun, Marselino segera bangkit dengan mencetak gol penentu kemenangan 2-1 atas Borneo FC di pertandingan berikutnya. Penampilannya yang konsisten membuatnya dipanggil untuk bergabung dengan Timnas Indonesia U-15 di ajang Piala AFF U-15 2019.
Di awal kariernya bersama Timnas Indonesia, Marselino menjelma menjadi predator mematikan dengan mencetak lima gol dalam lima pertandingan. Peran besarnya membantu Indonesia melaju hingga babak semifinal menunjukkan potensinya sebagai gelandang serang masa depan.
Marselino adalah adik dari gelandang Persebaya senior, Oktafianus Fernando, yang juga dikenal karena dedikasi dan talenta sepak bolanya. Jalan panjang yang dilalui Marselino sejak Liga Persebaya hingga kini menjadi andalan Timnas Indonesia adalah buah dari kerja keras dan pembinaan yang baik.
Sementara itu, Rizky Ridho memulai karier sepak bolanya bersama klub internal El Faza. Bek tengah tangguh ini ditempa dalam atmosfer kompetitif Liga Persebaya, yang menjadi fondasi kuat bagi perkembangannya sebagai pemain.
Rizky Ridho menunjukkan kemampuan bertahannya yang solid sejak usia dini, membuatnya cepat menarik perhatian pelatih Persebaya U-16. Berkat kerja kerasnya, ia terus naik level hingga menembus tim Persebaya senior dan menjadi pilar penting di lini belakang.
Karier Rizky Ridho semakin cemerlang ketika ia mendapat panggilan dari Timnas Indonesia untuk berlaga di berbagai turnamen internasional. Sebagai jebolan Liga Persebaya, Rizky membawa kebanggaan tersendiri bagi klub dan komunitas sepak bola Surabaya.
Kisah perjalanan Rizky Ridho dan Marselino Ferdinan adalah bukti nyata betapa pentingnya kompetisi internal dalam mencetak pemain berbakat. Klub seperti Bintang Timur dan El Faza menjadi pijakan awal bagi kedua pemain ini untuk meraih sukses di level nasional dan internasional.
Kini, Marselino dan Rizky Ridho menjadi andalan Shin Tae-yong dalam upaya Timnas Indonesia meraih tiket menuju Piala Dunia 2026. Mereka membawa pengalaman dan kualitas yang ditempa sejak awal di Liga Persebaya.
Dari mencetak gol di lapangan-lapangan kecil Surabaya hingga tampil di stadion megah dengan bendera merah putih, perjalanan mereka penuh inspirasi. Jejak langkah mereka membuktikan dengan dedikasi, disiplin, dan dukungan dari komunitas, mimpi besar bisa menjadi kenyataan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
