Skuad Timnas Indonesia tengah berjuang menuju Piala Dunia 2026 dan butuh dukungan penuh dari rakyat Indonesia. (Dok. PSSI)
JawaPos.com — Timnas Indonesia akhir-akhir ini menjadi sorotan dengan hadirnya sejumlah pemain baru. Menariknya, beberapa dari mereka ternyata berasal dari luar negeri, namun kini berjuang di lapangan mengenakan seragam Merah Putih.
Beberapa di antara mereka memiliki darah Indonesia, meski lahir dan besar di negara lain. Namun, ada juga yang sama sekali tak memiliki garis keturunan Indonesia, namun bisa bergabung melalui proses tertentu.
Apakah mereka semua disebut pemain diaspora atau naturalisasi? Banyak yang masih bingung membedakan keduanya, padahal perbedaan ini cukup mendasar.
Diaspora sendiri mengacu pada mereka yang punya ikatan leluhur dengan Indonesia, walaupun lahir dan hidup di luar negeri. Naturalisasi, di sisi lain, adalah status yang diberikan bagi mereka yang tidak memiliki darah Indonesia namun diakui sebagai warga negara Indonesia melalui proses hukum.
Secara resmi, KBBI mendefinisikan diaspora sebagai kondisi di mana sebuah bangsa tercerai-berai dan tersebar di berbagai belahan dunia. Dalam konteks ini, individu yang termasuk dalam diaspora tetap memiliki ikatan dengan leluhur dan budaya asal negaranya.
Gabriel Sheffer memperjelas bahwa diaspora adalah mereka yang tinggal di luar negeri, namun masih menjalin hubungan emosional atau material dengan tanah leluhur. Mereka mungkin tidak memiliki kewarganegaraan Indonesia, tetapi masih merasa terhubung secara budaya.
Setidaknya ada empat kategori diaspora berdasarkan hubungan darah dan kewarganegaraan. Kategori pertama adalah WNI yang menetap di luar negeri, tetapi tetap memegang paspor Indonesia.
Kategori ini termasuk mereka yang bekerja, studi, menikah, atau bahkan hanya ingin merasakan pengalaman hidup di negara lain. Diaspora WNI tetap memiliki hak sebagai WNI, termasuk ikut pemilu atau memiliki properti di Indonesia.
Kategori kedua adalah anak dari WNI, yang disebut juga sebagai keturunan blasteran. Mereka lahir dari perkawinan campur antara WNI dan warga negara asing, misalnya anak dari seorang Indonesia dan Belanda.
Anak dari WNI punya hak untuk mendapatkan kewarganegaraan Indonesia melalui proses tertentu. Namun, mereka juga bisa memilih kewarganegaraan negara lain, tergantung pada kewarganegaraan orang tua lainnya atau tempat lahir.
Kategori ketiga adalah eks-WNI, yang merujuk pada mantan WNI yang sudah berganti status menjadi warga negara lain. Mereka mungkin melepas kewarganegaraan Indonesia untuk memperoleh hak-hak baru di negara lain.
Eks-WNI masih dapat berkontribusi pada Indonesia meski tinggal di luar negeri. Mereka bisa berinvestasi, melakukan transfer teknologi, atau bahkan menjadi duta budaya di tempat mereka menetap.
Terakhir, kategori diaspora juga mencakup anak dari eks-WNI yang telah berganti kewarganegaraan. Seperti anak dari WNI, mereka juga bisa memilih untuk mengurus kewarganegaraan Indonesia jika memiliki ikatan keluarga.
Sementara itu, naturalisasi adalah proses hukum yang memungkinkan seorang WNA menjadi WNI. Dalam definisi KBBI, naturalisasi adalah pemerolehan status kewarganegaraan baru setelah memenuhi persyaratan tertentu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022