Althaf An Ata (kiri) melakukan pengawalan ketat kepada pemain Malut United U-18. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya U-18 sukses mengamankan kemenangan penting saat menjamu Malut United U-18 dalam lanjutan Elite Pro Academy 2024/2025 pada Sabtu, 19 Oktober 2024.
Dalam laga yang digelar di Lapangan C Gelora Bung Tomo itu, Green Force muda hanya mampu menang tipis 1-0 melalui gol tunggal Dzakwan Javier pada menit ke-52.
Kendati meraih tiga poin, pertandingan ini menyisakan pekerjaan rumah besar bagi tim asuhan Mat Halil, terutama di sektor penyelesaian akhir. Sepanjang laga, Jay Amru dan kawan-kawan sebenarnya mampu menciptakan beberapa peluang emas. Namun, hanya satu yang berhasil dikonversi menjadi gol.
Lini depan Persebaya U-18 terlihat mengalami kesulitan menembus rapatnya pertahanan Laskar Kie Raha, julukan Malut United U-18.
Meski mendominasi penguasaan bola, efektivitas di kotak penalti masih menjadi catatan serius yang harus diperbaiki.
Solidnya pertahanan tim tamu ditambah kurang optimalnya finishing dari lini serang menjadi faktor utama Persebaya gagal mencetak lebih banyak gol.
Pelatih Persebaya U-18, Mat Halil, pun menyadari betul masalah ini. Ia menyebut, meski dalam setiap sesi latihan sudah diberikan porsi latihan finishing, kali ini pertahanan ketat dari Malut United U-18 membuat anak-anak asuhnya kesulitan mencetak gol.
Menurutnya, ketenangan dalam melakukan penyelesaian akhir di kotak penalti menjadi hal yang sangat penting dan perlu terus ditingkatkan.
”Setiap latihan ada menu finishing, akan tetapi kali ini memang pertahanan lawan cukup kuat jadi anak-anak mengalami kesusahan. Alhamdulillah kita diberikan 3 poin untuk memperpendek jarak dengan PSM," kata Mat Halil dikutip dari laman resmi Persebaya Surabaya.
Ia juga menambahkan masalah finishing ini akan menjadi evaluasi tersendiri bagi tim, agar ke depannya mereka bisa lebih tenang saat berada di depan gawang lawan.
Dalam laga yang berdurasi 2x40 menit ini, tercatat Persebaya U-18 memiliki tiga peluang emas yang seharusnya bisa dimaksimalkan dengan lebih baik. Namun, kurangnya ketajaman di lini depan membuat Green Force hanya bisa mencetak satu gol.
Meskipun begitu, satu gol itu cukup untuk mengamankan tiga poin dan memperpendek jarak dengan PSM Makassar di puncak klasemen sementara Grup C.
Dengan kemenangan ini, Persebaya U-18 berhasil mengumpulkan 13 poin dari tujuh pertandingan, hanya terpaut satu poin dari pemuncak klasemen sementara, PSM Makassar.
Meski begitu, Mat Halil tentu tak ingin masalah di lini serang ini terus berlanjut, terutama karena kompetisi masih panjang dan persaingan di papan atas semakin ketat.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
