
Presiden AFC Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa berasal dari Bahrain. (AFC)
JawaPos.com — Salman bin Ibrahim Al Khalifa adalah nama yang semakin dikenal dalam dunia sepak bola Asia, terutama setelah perannya sebagai Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Namun, fakta bahwa Salman berasal dari Bahrain, lawan Timnas Indonesia semalam, menjadi sorotan hangat setelah pertandingan kontroversial pada Kamis (10/10).
Lahir pada 2 November 1965 di Bahrain, Salman berasal dari keluarga kerajaan yang memiliki pengaruh besar di berbagai bidang, termasuk olahraga. Kehadirannya di dunia sepak bola pun sudah dimulai sejak dini, dengan akses istimewa yang dimilikinya karena latar belakang keluarganya.
Salman menempuh pendidikan awalnya di Bahrain dan kemudian melanjutkan studinya di Inggris. Dia meraih gelar dalam bidang sastra dan sejarah, yang memberikan wawasan luas tentang dunia dan memoles keterampilan kepemimpinannya.
Karier Salman di dunia sepak bola dimulai di tingkat nasional ketika dia bergabung dengan Asosiasi Sepak Bola Bahrain. Pada 2002, Salman terpilih sebagai Presiden Asosiasi Sepak Bola Bahrain, sebuah posisi yang membuatnya dikenal sebagai tokoh penting dalam pengembangan sepak bola di negaranya.
Selama menjabat sebagai Presiden Asosiasi Sepak Bola Bahrain, Salman memfokuskan diri pada pembangunan infrastruktur sepak bola. Dia juga memperkenalkan program-program pelatihan untuk para pemain muda, memperkuat liga domestik, dan meningkatkan standar kompetisi.
Pada Mei 2013, Salman bin Ibrahim Al Khalifa terpilih sebagai Presiden AFC, menggantikan Mohamed Bin Hammam yang tersandung skandal korupsi. Kemenangannya menandai era baru bagi AFC, dengan visi yang berfokus pada reformasi, transparansi, dan peningkatan kualitas sepak bola Asia.
Salah satu langkah awal yang diambil Salman sebagai Presiden AFC adalah memperkenalkan kebijakan untuk menjaga integritas dalam operasional AFC. Dia berkomitmen untuk memastikan keadilan dan transparansi di setiap aspek sepak bola Asia, yang menjadi pondasi kepemimpinannya.
Di bawah kendali Salman, AFC meluncurkan berbagai inisiatif untuk memajukan sepak bola di benua Asia. Fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas kompetisi, baik di level domestik maupun internasional, termasuk memperkuat Liga Champions AFC sebagai kompetisi klub paling bergengsi di Asia.
Pengembangan pemain muda juga menjadi prioritas utama dalam kebijakan Salman. Dia percaya bahwa masa depan sepak bola Asia terletak pada pengembangan bakat-bakat muda, yang dapat membawa kemajuan besar di masa mendatang.
Namun, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi sepak bola Asia adalah keterbatasan infrastruktur. Salman terus mendorong investasi dalam pembangunan stadion, fasilitas pelatihan, dan teknologi modern untuk mendukung pertumbuhan sepak bola di seluruh Asia.
Penggunaan teknologi dalam pertandingan, seperti VAR (Video Assistant Referee), juga menjadi perhatian utama Salman. Dia meyakini bahwa teknologi dapat meningkatkan keadilan dalam pengambilan keputusan wasit dan mengurangi kontroversi di lapangan.
Selain fokus pada aspek teknis dan kompetitif, Salman juga dikenal karena kemampuannya dalam meningkatkan pendapatan AFC melalui hak siar. Di bawah kepemimpinannya, AFC berhasil menegosiasikan kesepakatan hak siar yang lebih menguntungkan dan memperluas jangkauan penonton sepak bola Asia di seluruh dunia.
Salman juga berkomitmen pada penggunaan sepak bola sebagai alat untuk perubahan sosial. Dia mendukung berbagai program yang mempromosikan perdamaian, persatuan, dan inklusi melalui sepak bola di berbagai komunitas di Asia.
Meski memiliki banyak pencapaian, Salman juga tidak lepas dari kontroversi. Ia kerap menghadapi kritik terkait tuduhan pelanggaran hak asasi manusia yang melibatkan pemerintah Bahrain, meskipun secara pribadi dia tidak terlibat langsung dalam isu tersebut.
Sebagai bagian dari keluarga kerajaan Bahrain, posisinya sering dikaitkan dengan politik domestik negaranya. Namun, Salman selalu menekankan bahwa perannya di AFC terpisah dari politik Bahrain, dan dia berfokus pada pengembangan sepak bola dengan integritas tinggi.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
