Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 September 2024 | 21.54 WIB

Sudah Lebih dari Sepekan, Kapan Hasil Investigasi Pemukulan Wasit dan Dugaan Match Fixing di Sepak Bola PON Aceh-Sumut 2024 Diumumkan?

Sekjen PSSI Yunus Nusi saat memberikan keterangan terkait Tragedi Kanjuruhan di Stadion Madya, Jakarta, Minggu (2/10/2022). Terkait Kerusuhan yang Terjadi PSSI  akan menginvestigasi kasus tersebut serta Liga 1 dihentikan sementara namun Liga 2, Kualifikas - Image

Sekjen PSSI Yunus Nusi saat memberikan keterangan terkait Tragedi Kanjuruhan di Stadion Madya, Jakarta, Minggu (2/10/2022). Terkait Kerusuhan yang Terjadi PSSI akan menginvestigasi kasus tersebut serta Liga 1 dihentikan sementara namun Liga 2, Kualifikas

JawaPos.com - Kasus pemukulan wasit dan dugaan pengaturan skor alias match fixing di pertandingan sepak bola Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 masih belum menemui titik terang. Hasil investigasi yang dilakukan PSSI juga belum diumumkan padahal kasusnya sudah bergulir lebih dari sepekan.

Kasus pemukulan wasit dan dugaan match fixing muncul dalam salah satu pertandingan perempat final sepak bola putra PON 2024, tepatnya saat Aceh melawan Sulawesi Tengah pada 14 September 2024 lalu. Kala itu, pertandingan yang digelar di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh tersebut dimenangkan oleh Aceh. Tuan rumah meraih kemenangan karena Sulawesi Tengah memutuskan mundur (walk out) meski kedudukan terakhir masih sama kuat 1-1.

Dalam laga itu, tim Sulawesi Tengah merasa tidak puas dengan kinerja Eko Agus Sugiharto, wasit yang memimpin pertandingan. Tim tamu menganggap banyak keputusan keliru yang diambil oleh sang pengadil lapangan.

Buntut ketidakadilan kepemimpinannya, Eko Agus Sugiharto menjadi korban pemukulan oleh salah satu pemain Sulawesi Tengah. Eko dipukul oleh Muhammad Rizki Saputra hingga terkapar dan dilarikan ke rumah sakit jelang pertandingan berakhir.

Sejak insiden itu, seluruh stakeholder termasuk PSSI mengecam keras tindakan Rizki. Di satu sisi, federasi juga langsung melakukan investigasi masalah tersebut. Kasus yang diinvestigasi bukan hanya pemukulan wasit saja, tapi juga terkait dugaan match fixing sepak bola PON.

Pada Sabtu (21/9), Sekjen PSSI Yunus Nusi mengungkapkan bahwa tim federasi yang dipimpin Ketua Komite Banding PSSI Ali Mukartono, telah memanggil dan meminta keterangan dari tujuh perangkat pertandingan yang bertugas pada laga tersebut, termasuk wasit Eko Agus Sugiharto.

Yunus Nusi juga memastikan bahwa PSSI memanggil Muhammad Rizki Saputra, pemain dari tim Sulawesi Tengah yang memukul wasit Eko, pada Senin (23/9). Setelah pemanggilan itu, Yunus mengatakan keputusan segera keluar.

Namun hingga Rabu (25/9), belum ada keputusan sama sekali dari PSSI terkait hasil investigasi pemukulan wasit dan dugaan match fixing di PON 2024. Tapi, Yunus mengonfirmasi bahwa Rizki telah dipanggil dan diperiksa.

"Iya Senin (23/9) sudah kami periksa (Muhammad Rizki). Tapi belum (ada keputusan), masih ada beberapa yang terpanggil, ada beberapa perkembangan untuk pemanggilan-pemanggilan perangkat pertandingan dan pihak-pihak lainnya," ucap Yunus ditemui di GBK Arena, Jakarta.

Lantas kapan investigasi pemukulan wasit dan dugaan match fixing di PON 2024 tuntas? Yunus Nusi kali ini tidak bisa memperkirakan apalagi memberikan jawaban pasti.

Jadi, Yunus Nusi meminta semua pihak untuk bersabar karena tim investigasi masih terus bekerja. "Nah saya belum bisa prediksi seperti sebelumnya kemarin kita harapkan Senin selesai," ucapnya.

"Tapi ternyata dalam beberapa penuturan para saksi ada beberapa pengembangan yang mengharuskan tim untuk memanggil beberapa pihak lain," pungkas Yunus Nusi.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore