Ilustrasi: Mafia Bola
JawaPos.com - Persatuan Sepak Bola Tiongkok (CFA) pada pekan lalu menjatuhkan larangan seumur hidup kepada 73 orang untuk terlibat dalam aktivitas sepak bola dan sanksi bagi 13 klub, dikutip dari ANTARA.
Sanksi tersebut dijatuhkan termasuk untuk mantan pejabat CFA dan mantan pelatih tim nasional sepak bola Tiongkok sebagai upaya pemberantasan korupsi.
Media pemerintah Tiongkok menyebut bahwa otoritas berwenang mengambil tindakan tegas atas "pelanggaran serius" terhadap nilai dan etika sportivitas yang mencakup pemberian dan penerimaan suap, pengaturan skor dan judi.
Sejumlah nama terkenal di industri sepak bola Tiongkok yang menerima larangan seumur hidup itu termasuk Chen Xuyuan (mantan ketua CFA), Li Yuyi dan Du Chaochai (mantan wakil ketua), dan Liu Yi (mantan sekretaris jenderal).
Selain mereka, Li Tie, mantan pelatih timnas Tiongkok dari Januari 2020 hingga Desember 2021, juga dilarang untuk terlibat aktivitas sepak bola seumur hidup di samping hukuman penjara 20 tahun yang diterimanya pada akhir 2024 karena terbukti menerima suap 16 juta dolar AS (sekitar Rp268 miliar).
Ke-73 orang tersebut terbukti melakukan pelanggaran hukum yaitu menerima suap dan memberikan suap, terlibat dalam judi bola, memanipulasi hasil pertandingan sehingga tidak sesuai dengan semangat "fair play".
Khusus untuk pemain, sanksi tersebut dijatuhkan karena bermain bola dengan perilaku negatif termasuk tidak bermain secara sungguh-sungguh (khususnya para pemain bola) seperti yang dilakukan mantan pemain klub Tianjin TEDA Football Bai Yuefeng dan mantan pemain Shenzhen Football Club Li Fei, mantan pemain Zhejian Yiteng Football Club Hao Qiang, hingga melanggar etika olahraga.
CFA menjatuhkan sanksi pengurangan 3-10 poin dan denda berkisar antara 200 ribu hingga satu juta RMB (sekitar Rp483 juta hingga Rp2,41 miliar) kepada 13 klub liga profesional musim 2026 yaitu terhadap Tianjin Jinmen Tigers, Shanghai Shenhua, Qingdao Manatee, Wuhan Three Towns, Shandong Taishan, Henan Football Club, Zhejiang Professional, Shanghai Harbor, Beijing Guoan, Meizhou Hakka, Changchun Yatai, Suzhou Soochow dan Ningbo Professional.
CFA dalam unggahan resmi di akun Weibo menegaskan komitmen untuk menjalankan keputusan Partai dan pemerintah pusat dalam nol toleransi terhadap pelanggaran dan meminta pemain dan klub lain “menarik pelajaran mendalam dari kasus ini dan menjadikannya peringatan keras”.
Sanksi dan denda CFA ini merupakan bagian dari upaya kampanye anti korupsi di berbagai sektor yang digalakkan oleh Xi Jinping sejak 2012.
Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin dan Komisi Pengawasan Nasional China melaporkan sepanjang 2025, 69 pejabat setingkat provinsi atau lebih tinggi dan 983 ribu orang telah dihukum atas kasus korupsi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022