Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 September 2024 | 03.41 WIB

Mengintip Potensi Sanksi yang Bisa Diterima Persib Bandung Buntut Kericuhan Suporter, Bisa Pengurangan Poin?

Kericuhan pecah usai laga antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta, Senin (23/9). (Instagram @bdg.info)

JawaPos.com - Hukuman tengah membayangi Persib Bandung buntut kericuhan suporter setelah pertandingan melawan Persija Jakarta. Sejumlah potensi sanksi beredar akan menimpa Maung Bandung, termasuk pengurangan poin. Namun apakah potensi hukuman itu benar-benar ada dan sesuai regulasi yang ada?

Kericuhan suporter terjadi setelah Persib memastikan kemenangan atas Persija dengan skor 2-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (23/9). Kerusuhan itu pecah tak lama setelah wasit meniup peluit panjang dan para pemain kedua tim masuk ke lorong ganti.

Diketahui, kericuhan itu diawali dengan tanda-tanda situasi tak kondusif di tribune Stadion SJH. Terutama setelah laga berakhir. Kerusuhan pun pecah karena oknum suporter memaksa masuk ke lapangan.

Puluhan oknum suporter menerobos pagar pembatas stadion dan mulai masuk ke lapangan saat laga usai. Mereka masuk bukan bertujuan menyelakai pemain atau merusak fasilitas stadion, melainkan mengejar steward.

Ya, petugas keamanan atau steward yang ada di sisi lapangan menjadi sasaran amukan para oknum penonton tersebut. Mereka dikejar dan diburu untuk dipukuli dan ditendang oleh oknum suporter.

Kejadian itu sampai membuat aparat keamanan seperti pihak kepolisian dan TNI turun tangan. Mereka memukul mundur oknum suporter tersebut dan situasi berubah jadi kondusif lagi secara perlahan.

Usai kericuhan tersebut, ramai di media sosial perihal sanksi yang bisa diterima oleh Persib buntut kericuhan tersebut. Apalagi setelah Nick Kuipers, salah satu bek Persib, sempat kedapatan mengunggah sebuah foto berlatar hitam dengan tulisan -3 disertai dengan emoji hati yang retak.

Tak ada penjelasan dan maksud unggahan Nick Kuipers tersebut. Namun banyak yang menyiratkan bahwa itu sebuah kode bahwa Persib akan dan berpotensi menerima hukuman pengurangan tiga poin.

Lantas bagaimana dengan potensi hukuman sesungguhnya jika sesuai regulasi? JawaPos.com coba menelusuri dan mempelajari lebih jauh perihal potensi sanksi yang bisa diterima Persib.

Berdasarkan regulasi Liga 1 Indonesia 2024/2025, dalam Bab XII terkait Disiplin Pasal 57, klub bertanggung jawab untuk tingkah laku dan etika dari suporter.

Kemudian dalam Kode Disiplin PSSI 2023, jufa terdapat Pasal 70 tentang tingkah laku buruk yang dilakukan oleh penonton merupakan pelanggaran disiplin, termasuk tindak kekerasan kepada orang atau objek tertentu, merupakan tanggung jawab klub tuan rumah.

Kemudian dalam Kode Disiplin PSSI Tahun 2023 bagian lampiran 1 pada halaman 58-63, tentang Besaran Denda untuk Tingkah Laku Buruk Penonton (sesuai dengan Pasal 70 Kode Disiplin PSSI 2023), ada tiga sanksi yang bisa diterima Persib.

Yakni Persib berpotensi dihukum denda secara finansial, laga digelar tanpa penonton atau yang paling berat adalah tidak bisa bermain di kandang sendiri dalam jangka waktu tertentu. 

Kericuhan kemarin sendiri juga mampu diredam dengan cepat oleh aparat keamanan. Ini sebagai tanda bahwa ada pengendalian kerumunan yang cukup baik dari pihak panitia pelaksana pertandingan Persib Bandung, sehingga tidak terjadi hal-hal lain yang tidak diinginkan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore