
Winger Persebaya Surabaya asal Papua saat itu, Osvaldo Haay (kanan), berselebrasi dengan membawa kertas bertuliskan “Say No to Rasicm” usai mencetak gol ke gawang Perseru Badak Lampung FC.
JawaPos.com — Momen 18 Juni selalu menjadi hari yang sangat bersejarah bagi sepak bola Surabaya. Tepat 97 tahun yang lalu, pada 18 Juni 1927, Persebaya Surabaya didirikan oleh dua tokoh yang kini diabadikan dalam sejarah, Paidjo dan M. Pamoedji.
Sebelum dikenal dengan nama Persebaya Surabaya, klub kebanggaan warga Surabaya ini bernama SIVB (Soerabaiasche Indische Voetbal Bond), sebuah organisasi yang bertujuan untuk menampung klub-klub sepak bola yang dibentuk oleh para pribumi di Surabaya.
Persebaya Surabaya, atau SIVB pada masa itu, bukan hanya sebuah klub sepak bola biasa. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh sejarawan sepak bola Jemmy Husni Mubarak, Persebaya Surabaya sebenarnya lahir dari sebuah perjuangan panjang menghadapi diskriminasi yang dilakukan oleh serikat sepak bola Belanda.
Pada masa itu, sepak bola di Hindia Belanda (sekarang Indonesia) sangat dibatasi oleh aturan yang mendiskriminasi para pemain pribumi. Klub-klub sepak bola yang didominasi oleh orang-orang Belanda enggan mengizinkan pemain pribumi untuk bergabung atau berkompetisi di liga-liga yang mereka adakan.
Diskriminasi yang dilakukan oleh serikat sepak bola Belanda tersebut menciptakan ketidakadilan bagi para pemain berbakat yang berasal dari kalangan pribumi. Banyak pemain pribumi yang hanya bisa bermain bola di jalanan atau di lapangan-lapangan kecil tanpa kesempatan untuk menunjukkan bakat mereka di panggung yang lebih besar. Mereka seolah-olah menjadi tamu di tanah mereka sendiri, hanya karena perbedaan warna kulit dan status sosial.
Melihat situasi ini, beberapa kalangan dari kelas menengah ke atas di Surabaya yang peduli dengan kondisi tersebut mulai bergerak. Mereka melihat potensi besar dari anak-anak muda pribumi yang bermain bola dengan penuh semangat meski hanya di jalanan atau lapangan-lapangan kecil.
Di antara tokoh-tokoh yang mendirikan SIVB, terdapat beberapa nama klub yang didirikan kala itu, seperti Selo, Maroeto, Olivio, Tjahaya Laoet, REGO, Radio, dan PS Hizboel Wathan.
Mereka semua memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan sebuah wadah untuk para pemain sepak bola pribumi agar bisa berkompetisi secara resmi dan menunjukkan kemampuan mereka tanpa harus menghadapi diskriminasi.
Dengan terbentuknya SIVB, sebuah titik balik besar terjadi dalam sejarah sepak bola pribumi di Surabaya. Organisasi ini membuka kesempatan bagi klub-klub sepak bola pribumi untuk berkompetisi secara resmi, tanpa harus terhambat oleh diskriminasi yang dilakukan oleh serikat sepak bola Belanda.
Kompetisi pertama yang diadakan oleh SIVB berlangsung di Lapangan Pasar Turi, sebuah tempat yang cukup sederhana pada masa itu. Para pemain harus bermain dengan peralatan seadanya, namun semangat mereka jauh melebihi keterbatasan fasilitas yang ada.
Respons dari masyarakat Surabaya terhadap SIVB padhiaaa saat itu sangat positif. Meskipun kompetisi yang diadakan oleh SIVB dilakukan dengan segala keterbatasan, antusiasme para penonton dan pemain sangat luar biasa.
SIVB secara rutin mengadakan kompetisi internal antara tahun 1927 hingga awal 1930-an, dan semakin lama, kualitas permainan yang ditampilkan oleh klub-klub pribumi tersebut semakin meningkat.
Banyak bakat-bakat muda yang sebelumnya tidak mendapatkan kesempatan, akhirnya bisa menunjukkan kemampuan mereka melalui kompetisi-kompetisi yang diadakan oleh SIVB.
Keberhasilan SIVB dalam mengadakan kompetisi internal yang ketat menciptakan sebuah generasi pemain sepak bola yang berkualitas tinggi. Pada akhirnya, klub ini berhasil mengangkat derajat sepak bola pribumi dan menempatkan Surabaya sebagai salah satu pusat kekuatan sepak bola di Hindia Belanda.
Para pemain dari SIVB sering kali diakui sebagai pemain-pemain terbaik dalam kompetisi yang mereka ikuti.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
